Setelah mengalahkan Golem Salju Raksasa dan mengklaim harta karunnya, "Tiga Sekawan" beristirahat di lantai lima yang kini aman. Mereka membuka peti harta karun dan menemukan koin emas, beberapa ramuan langka, dan sebuah bola kristal aneh yang memancarkan aura panas dan dingin secara bersamaan.
“Artefak ini terasa kuat,” kata Anastasya, memeriksanya.
“Energinya campur aduk. Mungkin kunci untuk dungeon yang lebih besar lagi?”
“Bisa jadi! Plot besar yang kuceritakan mulai terwujud!” Vania bersemangat.
Lev menyimpan artefak itu dengan aman di dalam ranselnya. Saat dia menyentuhnya, Grimoire Pemula-nya bergetar dan halaman-halamannya terbuka sendiri.
“Summon Skill Level 1 reached Max proficiency. Summon Skill Level 2 unlocked. New Summon available.” Suara sistem berbunyi.
“Wah, aku bisa men-summon monster baru!” seru Lev. “Sekarang juga!”
Vania dan Anastasya menatap Lev dengan penasaran. Monster pertama siput pembersih, yang kedua ayam tempur. Apa lagi yang unik dan aneh kali ini?
“Oke, target acak lagi. Kuharap kali ini sesuatu yang keren, dong. Naga mini kek, atau golem api kek,” gumam Lev sambil fokus. Dia mengucapkan mantra dari Grimoire barunya. Lingkaran sihir yang lebih besar dan berwarna hijau-merah muncul di lantai es.
Asap tebal mengepul, dan dari dalamnya, muncullah... sebuah jamur raksasa, seukuran bola basket, dengan bintik-bintik merah muda, wajah lucu, dan kaki kecil yang lincah.
Boing boing! Jamur itu melompat-lompat riang.
“Jamur?” Vania menahan tawa.
“Bulby, the Explosive Mushroom. Skill: Spore Bomb, Detonation.” Suara sistem menjelaskan.
“Jamur peledak?” mata Anastasya sedikit melebar. Itu terdengar jauh lebih berguna daripada siput atau ayam.
Lev mendekati Bulby dengan hati-hati. “Jadi kau bisa meledak, ya? Coba tunjukkan.”
Bulby 'boing' sekali, lalu meluncurkan spora kecil dari tudungnya ke arah dinding es. Spora itu menempel di dinding dan langsung meledak kecil. POOF! Esnya retak.
“Wow! Itu lumayan kuat!” Vania terkesima. “Kita punya pembom bunuh diri kecil!”
“Bukan bunuh diri, kan dia men-summon spora,” koreksi Lev.
Anastasya mengamati Bulby dengan minat besar. “Spore Bomb bisa sangat berguna di area sempit atau untuk membersihkan rintangan. Tim kita semakin lengkap.”
Mereka memutuskan untuk mencoba skill baru Bulby di area dungeon yang sudah mereka bersihkan. Mereka menemukan pilar es besar.
“Bulby, tembak pilar itu!” perintah Lev.
Bulby meluncurkan beberapa spora, yang menempel di pilar es. Lev kemudian menggunakan skill Detonation dari sistemnya. BOOM! Pilar es itu hancur berkeping-keping.
“Luar biasa! Damage dealer baru kita!” Vania bersorak.
Tapi kemudian, ada efek samping. Asap dari ledakan itu berbau busuk, seperti kaus kaki basi yang sudah sebulan tidak dicuci.
“Astaga, baunya!” Vania menutup hidungnya.
Anastasya, yang biasanya cuek, juga sedikit berkerut hidungnya. “Efek ledakannya bagus, tapi baunya...”
Sippy merayap maju dan mulai membersihkan asap busuk dengan Acid Cleanse-nya, lalu menyemprotkan Scented Slime aroma lavender untuk menetralkan bau busuk Bulby.
Lev tersenyum. “Sippy dan Bulby, duo pembersih dan perusak! Sempurna!”
Mereka tertawa bersama. Tim "Tiga Sekawan" sekarang punya tiga monster unik: Sippy (support/kebersihan), Chicky (distraksi/alarm), dan Bulby (damage dealer/bau busuk). Kombinasi yang aneh, tapi efektif.
Setelah istirahat cukup, mereka memutuskan untuk kembali ke Kota Aethel. Misi selesai, artefak ditemukan, dan Lev mendapatkan summon baru.
Perjalanan pulang terasa lebih santai. Mereka membicarakan rencana selanjutnya, cara mengintegrasikan Bulby ke dalam strategi tempur mereka. Vania mengusulkan untuk menaruh Bulby di panahnya dan menembakkannya ke musuh. Anastasya mengusulkan untuk mengkombinasikan spore bomb dengan sihir apinya untuk ledakan yang lebih besar.
Lev mendengarkan dengan antusias. Mereka bukan lagi anak bawang yang canggung di selokan kota. Mereka adalah "Tiga Sekawan" yang siap menghadapi tantangan RPG fantasi Aethelgard.
Kembali ke gerbang kota, mereka disambut Nyonya Bertha di penginapan dengan senyum lebar dan ramen hangat. Kehidupan petualang mereka berlanjut, penuh dengan slice of life yang konyol, momen komedi, dan petualangan dungeon crawler yang semakin menantang. Babak baru di Kota Aethel menanti mereka.
