Ingin berat badan tetap ideal selama Ramadhan? Simak panduan porsi makan sahur yang benar menurut ahli gizi menggunakan konsep Isi Piringku. Sehat dan mengenyangkan!
Banyak yang mengira puasa otomatis menurunkan berat badan. Namun, faktanya banyak orang justru mengalami kenaikan berat badan karena "balas dendam" saat berbuka atau makan berlebihan saat sahur. Kuncinya bukan pada berapa banyak Anda makan, melainkan pada komposisi piring Anda.
Mengikuti panduan Isi Piringku dari Kementerian Kesehatan RI, berikut adalah pembagian porsi sahur yang ideal:
1. 1/3 Piring: Karbohidrat Kompleks
Jangan memenuhi piring hanya dengan nasi. Cukup isi sepertiga bagian dengan karbohidrat. Pilihlah nasi merah, ubi, atau kentang rebus agar energi dilepaskan secara perlahan sepanjang hari.
2. 1/3 Piring: Sayuran (Serat)
Sayuran harus memiliki porsi yang sama besar dengan nasi. Serat berfungsi mengikat air dan memperlama rasa kenyang. Pilih sayuran hijau seperti bayam atau brokoli untuk asupan mineral harian.
3. 1/6 Piring: Lauk Pauk (Protein)
Protein sangat krusial untuk mencegah otot lemas. Gunakan sumber protein rendah lemak seperti ikan, dada ayam, atau telur rebus. Jika Anda vegetarian, tempe dan tahu adalah pilihan terbaik.
4. 1/6 Piring: Buah-buahan
Seringkali dilupakan, buah adalah penutup sahur yang wajib. Buah memberikan asupan vitamin dan cairan tambahan untuk cadangan hidrasi seluler.
Tips Menjaga Berat Badan Saat Puasa:
Kunyah Perlahan: Otak membutuhkan waktu 20 menit untuk mengirim sinyal kenyang. Makan terlalu cepat memicu Anda makan lebih banyak dari yang dibutuhkan.
Gunakan Piring Berukuran Sedang: Secara psikologis, piring kecil yang penuh lebih memuaskan daripada piring besar yang terlihat kosong.
Perhatikan Cara Masak: Hindari mengolah semua komponen piring dengan cara digoreng. Kombinasikan antara tumis, rebus, dan kukus.
Pesan Ahli Gizi: "Sahur yang seimbang mencegah yo-yo effect atau kenaikan berat badan drastis setelah lebaran," jelas praktisi kesehatan di Halodoc.
