Bab 9: Rahasia Profesor Rahmat dan Rencana Besar

Bab 9: Rahasia Profesor Rahmat dan Rencana Besar

Lev
0

Ketegangan berangsur reda setelah kepergian agen-agen Genesis. Harimau Sumatera milik Profesor Rahmat, yang diberi nama "Rimba", duduk dengan anggun di samping pemiliknya, matanya yang tajam mengawasi sekeliling. Lev, Vania, dan Anatasya masih belum bisa menutup mulut mereka karena terkejut.

"Profesor... Bapak... Summoner legendaris?" tanya Vania, yang biasanya pemberani, kini tampak sedikit gugup di hadapan aura Rimba.

Prof. Rahmat tersenyum. "Legendaris itu kata yang terlalu berlebihan, Vania. Saya hanyalah penjaga keseimbangan di wilayah Kalimantan ini."

"Tapi Harimau Sumatera itu Rank A! Cheat banget!" seru Lev, masih terpesona dengan kekuatan Rimba.

"Rank hanyalah angka, Lev. Ikatan dan pengalaman yang paling penting," jelas Profesor. "Dan kalian bertiga sudah melakukannya dengan cukup baik untuk pertarungan pertama kalian. Meskipun sedikit ceroboh."

Anatasya mendekati Profesor dengan rasa ingin tahu ilmiah yang mendalam. "Prof, apa itu Organisasi Genesis? Dan kenapa mereka menginginkan kamera Lev?"

Prof. Rahmat menghela napas panjang, ekspresinya menjadi serius. Ia menyuruh mereka duduk di atas batu besar di tepi sungai.

"Organisasi Genesis adalah kelompok lama. Mereka percaya bahwa alam liar adalah sumber daya yang harus dikendalikan dan dieksploitasi untuk kekuasaan," Profesor memulai ceritanya. "Mereka bukan Summoner yang menghargai ikatan dengan hewan. Mereka menggunakan teknologi dan artefak untuk memaksa dan memperbudak summon."

"Jahat banget!" Vania mengepalkan tangannya.

"Kamera kakekmu, Lev," Profesor menatap Lev, "adalah salah satu dari sedikit artefak kuno yang memungkinkan ikatan alami terbentuk saat 'menangkap' esensi hewan. Artefak Vania (gelang) dan Anatasya (liontin) berfungsi sebagai penguat dan analis ikatan itu."

"Mereka mau kamera itu untuk memperbudak lebih banyak hewan?" tanya Lev, merasa mual.

"Tepat. Dan mereka tahu kakekmu mewariskannya kepadamu," Prof. Rahmat mengangguk. "Itu sebabnya saya memberikan tugas 'Konser Alam Liar' ini. Saya ingin kalian siap. Banjarmasin adalah titik panas bagi aktivitas Genesis karena kekayaan hayati kita yang unik."

"Jadi kita dalam bahaya dong, Pak?" tanya Anatasya cemas.

"Kalian sudah dalam bahaya sejak artefak kalian aktif," jawab Profesor jujur. "Tapi dengan latihan dan kerja sama tim, kalian bisa melindungi diri sendiri dan summon kalian."

Prof. Rahmat kemudian mengeluarkan sebuah buku kuno bersampul kulit dari tasnya. "Ini adalah 'Codex Fauna Kalimantan'. Isinya data tentang lokasi summon langka dan cara memperkuat ikatan kalian. Saya pinjamkan ke Anatasya untuk dipelajari."

Anatasya menerima buku itu dengan mata berbinar. "Luar biasa, Pak! Terima kasih!"

"Untuk Vania," Profesor tersenyum, "kamu butuh kontrol emosi. Gelangmu memperkuat fisikmu dan summonmu, tapi juga memperkuat emosi kalian. Belajarlah tenang saat bertarung."

Vania mengangguk, sedikit malu.

"Dan untuk Lev," Profesor menunjuk kamera tua itu, "kamu harus belajar 'menangkap' summon dengan niat yang benar, bukan cuma untuk tugas kuliah. Niatmu menentukan stabilitas ikatan. Bekas stres tadi karena kamu panik dan niatmu cuma untuk 'menangkap' dia sebagai objek, bukan sebagai mitra."

Lev merasa tertampar oleh kebenaran. "Jadi... niat itu penting?"

"Sangat penting," tegas Profesor Rahmat.

Mereka menghabiskan sisa sore itu di Mandiangin, bukan untuk latihan fisik, melainkan untuk latihan mental dan perencanaan. Anatasya mulai membaca Codex, menemukan fakta bahwa ada Rank B lain di sekitar area Mandiangin: seekor Owa Kalimantan yang sangat lincah.

"Kita butuh Owa Rank B itu, Van!" seru Anatasya. "Ini bisa jadi upgrade besar buat tim kita!"

Vania menyeringai. "Owa ya? Tantangan bagus. Besok kita ke sini lagi!"

Prof. Rahmat hanya tersenyum melihat semangat baru mereka.

Saat matahari terbenam, mewarnai langit Kalimantan dengan corak jingga dan ungu, trio itu kembali ke Banjarmasin dengan mobil sewaan. Mereka tidak hanya membawa hasil dokumentasi untuk tugas kuliah yang berantakan, tetapi juga membawa misi baru, pengetahuan baru, dan kesadaran akan dunia bayangan yang kini menjadi bagian dari hidup mereka. Pertarungan pertama sudah selesai, tapi perang melawan Organisasi Genesis baru saja dimulai.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default