Ikuti petualangan seru nan haru keluarga Lev Ryley (Banjarmasin) & Muhammad Hifni (Tabalong) dari Mekah hingga ke Murung Pudak. Novel Slice of Life Islami tentang ukhuwah, komedi kucing, dan keindahan wisata Jaro.
Satu Nama, Dua Kota, dan Sebuah Janji di Bawah Langit Mekah.
Berawal dari ketidaksengajaan di pelataran Ka'bah saat Umrah Ramadhan, tiga keluarga asal Kalimantan Selatan terikat dalam ukhuwah yang tak terduga. Ada Muhammad Hifni & Rina Rufida, pasangan PNS teladan dari Tanjung yang memiliki putri pecinta kucing, Khalisah Salsabilla. Takdir mempertemukan mereka dengan tetangga satu kompleks, drg. Dina Yulianti, yang uniknya memiliki anak bernama identik: Naura Salsabilla.
Keriuhan memuncak dengan hadirnya keluarga "Viral" asal Banjarmasin yang dipimpin oleh Lev ℛyley, seorang ahli IT penyabar, dan istrinya Anindya Putri, influencer belanja yang selalu melihat dunia sebagai konten. Bersama anak-anak mereka—Aisyah yang cerdas, Maryam yang artistik, Ghina yang ekspresif, dan si bungsu Rayyan yang polos—mereka mengikat janji untuk bertemu kembali di tanah air.
Beberapa bulan setelah kepulangan dari Tanah Suci, libur sekolah menjadi saksi "invasi" keluarga Banjarmasin ke Murung Pudak, Tabalong. Namun, reuni ini tak semulus rencana. Di balik indahnya wisata Tugu Obor Api Nan Saraba Kawa dan gurihnya Kuliner Paliat, muncul konflik-konflik kecil yang menguji kesabaran:
Komedi Situasi: Kekacauan identitas saat dua "Salsabilla" dipanggil bersamaan di tempat umum.
Sentuhan Sad: Kerusakan memori digital yang menyimpan foto-foto Umrah mereka, memaksa mereka menyadari bahwa kenangan terbaik ada di hati, bukan di layar.
Slice of Life: Perjuangan Rayyan yang menganggap kucing-kucing Tanjung sebagai "Unta Mini", hingga petualangan Ghina Qalbi me-review pasar tradisional Tabalong.
Novel ini adalah perjalanan tentang menemukan kembali makna keluarga dan persahabatan. Bahwa "Titik Nol" umat Islam memang ada di Mekah, namun "Titik Nol" kebahagiaan dimulai dari rumah dan silaturahmi yang tulus.
