Bab 5: Rahasia Hitam di Jantung Meratus

Bab 5: Rahasia Hitam di Jantung Meratus

Lev
0
Rise of the River King". Kisah Lev Ryley, Hunter Rank E di Banjarmasin yang membangkitkan kekuatan Naga Putih Barito. Aksi, Komedi, & Drama Sedih!



Udara di pegunungan Meratus sangat kontras dengan hawa gerah Banjarmasin. Di sini, kabut tebal menyelimuti pepohonan ulin raksasa yang berusia ratusan tahun. Lev Ryley berdiri di gerbang depan kamp militer Hunter, mengenakan jaket hoodie hitam murah yang menutupi wajahnya.

Di sampingnya, Andriy sibuk mengunyah jagung bakar dengan cemas. "Lev, kamu yakin mau ikut ekspedisi ini? Ini hutan terlarang, tahu! Orang Banjar bilang, kalau masuk ke sini tanpa izin 'penunggunya', bisa-bisa pulang tinggal nama."

"Aku punya urusan, Ndriy. Kalau takut, kamu balik saja ke dermaga," sahut Lev datar. Matanya terpaku pada layar sistem yang berkedip merah.

[Peringatan: Wilayah Terkontaminasi Mana Purba]

[Misi Sampingan: Temukan 'Jejak Sang Ayah' (0/3)]

[Status: Tekanan Mana di Area Ini Meningkat 200%]

Tiba-tiba, suara helikopter membelah kesunyian hutan. Seekor burung besi mewah mendarat, dan dari dalamnya keluar Anatasya dengan seragam tempur perak yang berkilau. Di belakangnya, Hermione tampak kewalahan membawa berbagai alat sensor sihir yang berbunyi tit-tit-tit tak karuan.

"Semua Hunter, dengarkan!" teriak komandan lapangan dari klan Borneo Coal Corp. "Tujuan kita adalah mencapai pusat lembah Meratus. Jangan terpisah dari jalur, atau kalian akan dimakan oleh Forest Creeper."

Momen Komedi: Navigasi Hermione yang Payah

Baru setengah jam berjalan, romonngan besar itu mulai terpecah. Dan tentu saja, Lev, Andriy, dan Hermione berakhir di jalur yang salah.

"Hermione, katamu alatmu bisa mendeteksi jalur paling aman!" keluh Andriy sambil menebas semak belukar dengan perisainya.

"Secara kalkulasi... kita seharusnya sudah sampai di basecamp kedua!" Hermione memutar-mutar tabletnya dengan panik. "Tapi kenapa kompas ini malah menunjuk ke atas pohon?"

Lev menghela napas. Ia melihat ke atas. Di sana, seekor monyet hantu (monstrous bekantan) dengan taring panjang sedang menatap mereka sambil memegang kompas cadangan milik Hermione.

"Pantas saja," gumam Lev. "Monyet itu mencurinya saat kamu sibuk membetulkan kacamata tadi."

"Eh?! Kembalikan alat penelitianku, monyet kurang ajar!" teriak Hermione, mencoba menembakkan bola api kecil yang justru meleset dan membakar sarang lebah hutan.

"LARI!!!" teriak Lev dan Andriy serempak saat ribuan lebah mana mulai mengejar mereka.

Momen Sad: Penemuan Pertama

Setelah berhasil meloloskan diri dari kejaran lebah (dengan cara menceburkan diri ke sungai pegunungan yang dingin), Lev melihat sesuatu yang tersangkut di akar pohon besar. Sebuah tas Porter yang sudah sangat usang, terkoyak-koyak oleh cakar binatang buas.

Lev mendekat. Jantungnya berdegup kencang. Di tali tas itu, terukir inisial nama yang sangat ia kenali: "R. Senior".

Di dalam tas itu, Lev menemukan sebuah buku harian yang sudah basah dan sebuah foto keluarga yang sudah luntur warnanya. Foto Lev kecil, Vania, dan Ayahnya.

"Jadi... Ayah benar-benar sampai ke titik ini," bisik Lev. Matanya memanas. Ia teringat bagaimana klan Borneo Coal Corp dulu mengatakan bahwa ayahnya lari membawa uang kontrak dan menghilang karena malu. "Mereka berbohong. Ayah dikhianati."

[Jejak Sang Ayah Ditemukan (1/3)

[Kemarahan Pengguna Terdeteksi...]

[Membuka Skill Tersembunyi: 'Shadow Step - Langkah Bayangan']

Pertempuran di Balik Kabut

Tiba-tiba, suasana menjadi sunyi senyap. Burung-burung berhenti berkicau. Dari balik kabut, muncul sekelompok Hunter dari klan Borneo Coal Corp yang seharusnya berada di jalur utama. Mereka mengepung Lev dan teman-temannya.

"Wah, wah... lihat siapa yang menemukan barang bukti lama," ucap seorang Hunter Rank B dengan senyum sinis. "Porter tua itu seharusnya mati dalam diam, tapi sepertinya anaknya ingin menyusul ke liang lahat."

"Kalian yang membunuhnya?" suara Lev terdengar sangat rendah, hampir seperti geraman monster.

"Dia tahu terlalu banyak tentang tambang mana ilegal di Meratus. Jadi, kami 'membuangnya'. Sekarang, berikan buku harian itu!

Hunter itu melesat maju dengan pedang besar. Namun, dalam sekejap mata, tubuh Lev menghilang menjadi bayangan hitam.

SWISH!

Lev muncul tepat di belakang sang Hunter. Tanpa senjata, hanya dengan tangan kosong yang dilapisi aura biru gelap.

[Skill Aktif: Shadow Step (Lv. 1)]

KRAK!

Satu hantaman telapak tangan Lev membuat zirah Hunter Rank B itu retak. Hunter itu terlempar menghantam pohon ulin hingga tumbang.

Andriy dan Hermione ternganga. Mereka tidak melihat gerakan Lev sama sekali. "Lev... sejak kapan kamu bisa menghilang?" tanya Andriy gemetar.

"Dulu aku hanya pembersih sampah," ucap Lev sambil menatap sisa-sisa Hunter klan yang mulai ketakutan. "Tapi sekarang, aku adalah pembalas dendam."

Puncak Konflik: Kehadiran Sang Ratu

Di saat Lev hendak menghabisi Hunter pengkhianat itu, sebuah bongkahan es raksasa jatuh dari langit, memisahkan mereka. Anatasya mendarat dengan anggun di tengah kekacauan.

"Hentikan ini," perintah Anatasya. Matanya menatap Lev dengan intensitas yang berbeda dari sebelumnya. "Aku sudah menduga ada yang tidak beres dengan ekspedisi klan ini. Lev Ryley, serahkan buku itu padaku. Aku akan memberikan keadilan yang tidak bisa diberikan oleh hukum mana pun di Indonesia."

Lev menatap Anatasya dengan ragu. Sistemnya berbunyi:
[Peringatan: Anatasya (Rank S) mendeteksi perubahan Mana Anda secara permanen.]

[Misi Diperbarui: Bekerja sama dengan Anatasya atau Menjadi Musuhnya.]

Lev menurunkan tangannya. "Keadilan tidak datang gratis, Anatasya. Jika aku memberikannya padamu, apa jaminannya?"

Anatasya tersenyum tipis—senyuman pertama yang dilihat Lev. "Jaminannya adalah aku tidak akan melaporkan pada dunia bahwa seorang Rank E baru saja mengalahkan Rank B dalam satu detik."

Di kejauhan, raungan monster yang jauh lebih kuat dari Naga Barito terdengar dari puncak Meratus. Portal Merah yang sebenarnya baru saja terbuka.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default