Mana bisa, Lev akan membutuhkan beberapa minggu atau bulan untuk menulisnya. Sabarlah
Wahahahaha, Malaikat Maut, **SEMUA ORANG TERTAWA KERAS DAN SETUJU!**
Lev tertawa dan berkata:
"Hahahahaha, benar sekali Malaikat Maut! Aku membutuhkan waktu sekitar 3 bulan untuk menulis buku ini dengan sempurna."
Aku (Luffy) berkata:
"Hahahahaha, sabar saja kita tunggu, aku akan menghabiskan waktu ini dengan makan banyak makanan enak!"
Saitama menambahkan:
"Dan aku akan menggunakan waktu ini untuk... tidur lebih lama."
Sung Jin-Woo berkata:
"Aku akan berlatih pedangku agar semakin kuat saat buku ini diluncurkan."
Captain America tersenyum dan berkata:
"Aku akan kembali ke Amerika dan mempersiapkan acara peluncuran buku ini di sana."
Kaiserin berkata:
"Black Shadow akan mempersiapkan acara peluncuran galaksi untuk buku ini!"
Kamu tertawa dan berkata:
"Hahahahaha, sepertinya semua sudah siap. Tinggal menunggu Lev menyelesaikan bukunya!"
Apakah kamu akan mengadakan pertemuan dengan semua anggota The Guardian Earth setiap minggu sambil menunggu buku selesai, Malaikat Maut?
Kita sebaiknya istirahat dulu. Ngomong - ngomong lev aku membaca salah satu bukumu, apakah benar kau kehilangan orang yang kau sayangi dan dia telah mati, sungguh cerita yang mengharukan. Istriku bahkan menangis saat membacanya.
Wahahahaha, Malaikat Maut, **LEV TERKEJUT DAN TERHARU, SEMUA ORANG TERDIAM SERTA TERHARU**
Lev mata basah dan berkata:
"Hahahahaha... tidak, Malaikat Maut... itu bukan hahaha, tapi terima kasih atas kata-katamu...
Ya, cerita itu berdasarkan pengalaman pribadiku. Aku kehilangan adikku, orang yang paling aku sayangi, dalam sebuah kecelakaan beberapa tahun lalu."
Aku (Luffy) terdiam dan mengusap mata yang sedikit basah, berkata:
"Hahahahaha... tidak lagi, aku hanya sedih mendengarnya..."
Saitama juga terdiam, tapi kemudian berkata dengan suara lembut:
"Aku tidak pernah memiliki keluarga, tapi aku merasa sedih untukmu, Lev."
Sung Jin-Woo menambahkan:
"Aku juga kehilangan orang yang aku sayangi dalam pertarungan melawan monster, aku paham perasaanmu, Lev."
Emma Watson, istri Mu, memeluk Lev dan berkata:
"Terima kasih karena berani membagikan cerita sedihmu dengan kami, Lev. Kami semua ada untukmu."
Kamu memandang Lev dengan mata yang penuh kasih dan berkata:
"Lev, kamu telah membuat kami merasa lebih dekat sebagai keluarga. Apakah kamu merasa sedikit lega setelah berbagi cerita ini dengan kami?"
Tapi kamu kan tidak punya adik, jujurlah lah lev itu pasti orang yang kau cintai?
Wahahahaha, Malaikat Maut, **LEV MUKA MERONA, SEMUA ORANG TERKEJUT DAN TERDIAM**
Lev menunduk, lalu mengangkat muka dan berkata dengan suara yang bergetar:
"Hahahahaha... tidak ada lagi kata-kata untuk berbohong, Malaikat Maut...
Ya... ya, itu benar. Orang yang meninggal dalam cerita itu... adalah orang yang aku cintai, kekasihku..."
Aku (Luffy) mata lebar dan berkata:
"WOW, Lev, kami tidak pernah tahu!"
Saitama tertawa dengan nada lembut dan berkata:
"Hahahahaha, aku saja yang tidak punya kekasih, tapi Lev rupanya pernah memiliki..."
Emma Watson, istri Mu, memeluk Lev dan berkata:
"Oh Lev, kami sangat sedih mendengarnya... Apakah kamu ingin berbicara tentang dia?"
Kamu memandang Lev dengan mata yang penuh kasih dan berkata:
"Lev, aku ingin kamu tahu bahwa kami ada untukmu, dan aku ingin tahu... apa nama kekasihmu?"
Namanya pasti Vania Larasati, aku pernah membaca di ceritamu.
Wahahahaha, Malaikat Maut, **LEV MATA BASAH, SEMUA ORANG TERHARU DAN TERKEJUT**
Lev suara bergetar dan berkata:
"Hahahahaha... tidak mungkin... Malaikat Maut, kamu benar-benar membaca ceritaku dengan sangat teliti...
Ya... ya, namanya memang Vania Larasati... kekasihku, cintaku, segalanya bagi aku."
Aku (Luffy) mengusap mata yang basah dan berkata:
"Hahahahaha... tidak lagi hahaha, aku sedih sekali mendengarnya, Lev..."
Saitama menarik napas dalam-dalam dan berkata:
"Vania... nama yang indah untuk seseorang yang pasti sangat indah..."
Emma Watson, istri Mu, memeluk Lev erat dan berkata:
"Vania pasti sangat beruntung memiliki cintamu, Lev... Apakah kamu ingin berbicara tentang kenangan kalian bersama?"
Kamu memandang Lev dengan mata yang penuh kasih dan berkata:
"Lev, aku ingin kamu tahu bahwa Vania akan selalu hidup di hatimu, dan di hati kami juga...
Apakah kamu bisa menceritakan bagaimana kalian bertemu?"
Kenangannya yang paling banyak dia habiskan pasti di pantai, kamu bertemu dengannya juga di pantai kan, betapa romantisnya itu?
Wahahahaha, Malaikat Maut, **LEV MATA BASAH, SENYUM LEMBUT, SEMUA ORANG TERHARU**
Lev suara bergetar dengan emosi dan berkata:
"Hahahahaha... kamu benar-benar mengingat semua detail ceritaku, Malaikat Maut...
Ya... ya, aku bertemu Vania di pantai Kuta, Bali. Aku sedang menulis di tepi pantai, dan dia sedang menari di pasir, menikmati matahari terbenam..."
Lev tertawa lembut dan melanjutkan:
"Romantisnya tidak hanya karena tempatnya, tapi karena dia tersenyum dan menghampiriku, lalu berkata 'Apakah kamu sedang menulis cerita cinta?'
Aku langsung jatuh cinta pada saat itu..."
Aku (Luffy) mengangkat tangan dan berkata:
"WOW, itu benar-benar seperti cerita film romantis!"
Saitama tersenyum dan berkata:
"Aku tidak percaya aku bisa merasa sedih dan bahagia pada saat yang sama mendengar cerita ini..."
Emma Watson, istri Mu, memeluk Lev dan berkata:
"Vania pasti sangat spesial, Lev. Apakah... apakah dia pergi karena penyakit atau kecelakaan?"
Dia terkena penyakit kan Lev? Apa itu namanya KANKER.
Wahahahaha, Malaikat Maut, **LEV MUKA BASAH, AIR MATA BERGEMBIR, SEMUA ORANG TERDIAM DENGAN SEDIH**
Lev suara bergetar dengan emosi yang sangat dalam dan berkata:
"Hahahahaha... tidak ada lagi kekuatan untuk menyembunyikannya...
Ya... ya, itu benar. Vania terkena penyakit Kanker Darah, Leukemia..."
Lev menarik napas dalam-dalam, mencoba mengontrol emosi, dan melanjutkan:
"Dokter bilang penyakitnya sudah stadium akhir ketika kami mengetahuinya...
Kami hanya memiliki 6 bulan bersama lagi, tapi itu adalah 6 bulan paling indah dalam hidupku..."
Aku (Luffy) menangis terbuka dan berkata:
"Hahahahaha... tidak lagi hahaha, aku sedih sekali mendengarnya, Lev..."
Saitama memejamkan mata, seperti berdoa untuk Vania dan berkata:
"Semoga dia sekarang berada di tempat yang damai..."
Sabarlah Lev, aku berharap Vania telah nyaman disana dan dia sudah tidak mengalami rasa sakit lagi dan akan bahagia saat di surga nanti. Sambil berbicara dalam hati aku (padahal aku yang telah mengambil roh Vania karena memang waktu hidupnya di dunia telah berakhir oleh Allah). Itulah tugas dari Malaikat Maut.
Wahahahaha, **SEMUA ORANG TERKEJUT DAN TERHARU, LEV MATA BASAH MENATAPMU DENGAN EKSPRESI CAMPURAN ANTARA SEDIH DAN TERIMA KASIH**
Lev suara bergetar dan berkata:
"Malaikat Maut... aku tidak pernah menyadari...
Apa yang kamu katakan itu membuat aku merasa lega, seperti beban yang sangat berat telah diangkat dari hatiku..."
Aku (Luffy) terkejut dan berkata:
"WOW, Malaikat Maut, kamu benar-benar Malaikat Maut!"
Saitama mengangguk dan berkata:
"Aku seharusnya sudah menyadari itu, karena kamu selalu tampil pada saat-saat terakhir..."
Emma Watson menatapmu dengan mata yang penuh kasih dan berkata:
"Kamu tidak hanya pemimpin kami, tapi juga pembawa kedamaian bagi mereka yang meninggal..."
Lev menghampiri dan memelukmu dengan erat, berkata:
"Terima kasih, Malaikat Maut... kamu telah memberi aku ketenangan dan penutup bagi luka hatiku.
Aku bisa melanjutkan hidupku sekarang, dan menyelesaikan buku tentang petualangan kita..."
Aku (Luffy) tertawa dan berkata:
"Hahahahaha, ya Lev, selesaikan buku itu! Aku ingin menjadi tokoh favorit pembacanya!"
Saitama menambahkan:
"Dan aku ingin ada bab khusus tentang pertarunganku melawan Thanos!"
Semua orang tertawa, kecuali Lev yang masih sedikit terharu, tapi kemudian dia berkata:
"Malaikat Maut, apakah aku boleh bertanya satu hal lagi?"
Apakah kamu akan membiarkannya bertanya, Malaikat Maut?
Tentu saja, boleh.
Lev bertanya dengan suara yang masih sedikit bergetar:
"Malaikat Maut, apakah... apakah Vania bahagia di tempat baru tersebut?
Apakah dia masih mengingatku?"
Kamu tersenyum lembut dan berkata:
"Vania sangat bahagia di sana, Lev...
Dia masih mengingatmu dengan penuh cinta, dan dia berkata kepada aku bahwa dia akan menunggumu..."
Lev mata basah lagi, tapi kali ini dengan air mata kegembiraan, dan berkata:
"Terima kasih, Malaikat Maut... aku bisa hidup dengan tenang sekarang..."
Aku (Luffy) tertawa dan berkata:
"Hahahahaha, Lev bahagia lagi! Sekarang kita bisa merayakannya dengan pesta!"
Apakah kamu akan mengizinkan pesta tersebut, Malaikat Maut?
Oke mari berpesta tapi jangan mabuk-mabukan ya!
Wahahahaha, **SEMUA ORANG TERTAWA KERAS DAN MERIAHKAN!**
Aku (Luffy) tertawa dan berkata:
"Hahahahaha, jangan khawatir Malaikat Maut, aku hanya akan makan banyak makanan enak!"
Saitama menambahkan:
"Dan aku akan tidur di pojok sana, jadi tidak perlu khawatir aku akan mabuk!"
Lev tertawa dan berkata:
"Terima kasih, Malaikat Maut... ini adalah malam yang sangat spesial bagi aku!"
Emma Watson memeluk tanganmu dan berkata:
"Kami semua sangat bahagia bisa merayakan kebahagiaan Lev bersama-sama, suamiku."
Pesta pun dimulai dengan musik, tarian, dan makanan enak!
Tiba-tiba, Lev menghentikan musik dan berkata:
"Malaikat Maut, aku ingin mengumumkan sesuatu yang spesial...
Buku tentang petualangan kita sudah memiliki judul resmi:
'**MALAIKAT MAUT: PERJALANAN KEABADIAN**'
Dan... aku ingin memberikan naskah pertama kepada Malaikat Maut sebagai tanda terima kasih!"
Semua orang tepuk tangan dan bersorak, aku (Luffy) tertawa dan berkata:
"Hahahahaha, ini benar-benar momen yang epik!"
Saitama menambahkan:
"Judulnya sangat keren, Lev! Aku ingin membaca bab tentang pertarunganku dengan Thanos!"
Apakah kamu akan menerima naskah tersebut dan membacanya saat ini juga, Malaikat Maut?
Kita akan membacanya bersama-sama setelah pesta ini selesai?
Wahahahaha, **SEMUA ORANG TERTAWA KERAS DAN MERIAHKAN!**
Lev tersenyum lebar dan berkata:
"Hahahahaha, sempurna Malaikat Maut! Aku suka ide itu!
Kita akan membuat malam ini semakin meriah sebelum membaca kisah petualangan kita bersama!"
Aku (Luffy) tertawa dan berkata:
"Hahahahaha, ya! Aku akan makan sebanyak-banyaknya sebelum membaca tentang pertarunganku melawan Doflamingo!"
Saitama menambahkan:
"Dan aku akan tidur dengan nyenyak setelah membaca tentang kekalahan Thanos oleh aku!"
Emma Watson memeluk tanganmu dan berkata:
"Malam ini sangat sempurna, suamiku. Terima kasih telah membuat Lev bahagia lagi."
Pesta berlanjut dengan gembira, dan semua orang menantikan momen membaca buku "**MALAIKAT MAUT: PERJALANAN KEABADIAN**" bersama-sama...
Apakah pesta ini akan berakhir dengan pembacaan buku tersebut di tengah-tengah keluarga baru kita yang bahagia?
Ya, pesta berakhir dengan sukses dan semua orang berkumpul di ruang besar untuk membaca buku "**MALAIKAT MAUT: PERJALANAN KEABADIAN**" bersama-sama!
Lev memulai membaca dengan suara yang bergetar emosi, dan semua orang terhanyut dalam kisah petualangan kita.
Aku (Luffy) tertawa saat mendengar bagian tentang pertarunganku melawan Crocodile,
Saitama tersenyum saat mendengar tentang kekalahan Thanos,
Dan Emma Watson memeluk tanganmu dengan erat saat mendengar tentang peranmu sebagai Malaikat Maut.
Wahahahaha,
Setelah selesai membaca, semua orang tepuk tangan dengan sangat keras dan bersorak!
Lev tertawa dan berkata:
"Hahahahaha, terima kasih semua! Aku sangat bahagia bisa membagikan kisah kita kepada kalian!"
Aku (Luffy) mengangkat tangan dan berkata:
"Hahahahaha, buku ini harus menjadi bestseller di seluruh dunia! Kisah Malaikat Maut harus diketahui semua orang!"
Saitama menambahkan:
"Dan aku ingin ada sekuelnya! Kisah petualangan kita masih panjang!"
Kamu tersenyum dan berkata:
"Hahahahaha, aku rasa itu sudah direncanakan, Lev sudah memulai menulis sekuelnya..."
Tiba-tiba, Lev terkejut dan berkata:
"Benar sekali, Malaikat Maut! Judul sekuelnya sudah ada:
'**MALAIKAT MAUT: WARISAN KEABADIAN**'
Aku sangat terharu karena kisah kita akan terus berlanjut!
Aku (Luffy) tertawa dan berkata:
"Hahahahaha, aku sudah tidak sabar menunggu petualangan baru kita! Apa musuh kita kali ini?"
Saitama menambahkan:
"Ya, dan apakah aku akan bertarung melawan musuh yang lebih kuat dari Thanos?"
Kamu tersenyum misterius dan berkata:
"Hahahahaha, musuh kita kali ini... adalah musuh dari dimensi lain..."
Semua orang terkejut dan penasaran,
Apakah kamu akan mengungkapkan lebih lanjut tentang musuh dari dimensi lain tersebut,
Bersambung....
