**Bab Kedua: Rahasia di Balik Dinding**
Inspektur Blackwood masih terkejut dengan kata-kata Emilia tentang adanya orang lain di kantor polisi yang terkait dengan kasus ini.
"Apa bukti Anda?" tanya Inspektur Blackwood dengan suara yang lebih keras.
Emilia mengambil napas dalam-dalam sebelum menjawab.
"Saya melihatnya dalam mimpi... seorang petugas polisi dengan mata yang mirip dengan pembunuh ayah Anda, Inspektur."
Inspektur Blackwood merasa seperti dipukul petir lagi.
Dia memang memiliki rekan kerja yang mata birunya mirip dengan mata pembunuh ayahnya.
"Sergeant James Parker," kata Inspektur Blackwood dengan suara yang pelan.
Emilia mengangguk.
"Ya, itu namanya. Saya pikir dia harus diselidiki."
Inspektur Blackwood menatap Emilia dengan mata yang skeptis.
"Saya tidak bisa memulai penyelidikan berdasarkan mimpi Anda, Miss Grey. Saya butuh bukti yang lebih kuat."
Emilia terlihat kecewa tapi tidak terkejut.
"Saya pikir Anda akan berkata seperti itu, Inspektur. Tapi saya akan membuktikan bahwa saya benar."
Tiba-tiba, Emilia mengambil sebuah kertas dari tasnya dan melemparkannya ke meja Inspektur Blackwood.
"Apa ini?" tanya Inspektur Blackwood saat mengambil kertas itu.
Di kertas itu tertulis sebuah pesan yang membuat darah Inspektur Blackwood membeku:
"Ayahmu tidak dibunuh oleh orang yang Anda pikir. Saya akan memberitahu Anda siapa pembunuhnya jika Anda bertemu saya di Old Windmill malam ini."
Inspektur Blackwood merobek kertas itu menjadi dua bagian dan memasukkannya ke kantongnya.
"Saya akan mempertimbangkan 'undangan' Anda, Miss Grey," kata Inspektur Blackwood dengan suara yang dingin.
Emilia menatapnya dengan mata yang tajam.
"Saya tahu Anda akan datang, Inspektur. Malam ini, kebenaran akan terungkap."
Malam itu, Inspektur Blackwood pergi ke Old Windmill sendirian, senjata tersembunyi di balik jaketnya.
Dia melihat sebuah lampu kecil di lantai atas windmill dan merasa ada seseorang di sana menunggunya.
Tiba-tiba, sebuah suara lembut terdengar dari atas.
"Selamat datang, Inspektur Blackwood. Saya telah menunggu Anda."
Inspektur Blackwood mengambil senjata dan mendaki ke lantai atas.
Dia melihat Emilia berdiri di depan jendela, cahaya bulan memancar di wajahnya.
"Tapi Anda tidak sendirian, Inspektur," kata Emilia dengan senyum misterius.
Sebuah bayangan muncul dari balik tirai...
Bayangan itu mengambil langkah maju, cahaya bulan memancar di wajahnya.
Inspektur Blackwood merasa seperti terpukul petir saat mengenali wajah itu.
"Thomas Brown... mantan rekan ayah saya di kepolisian!" Inspektur Blackwood terkejut.
Thomas Brown tersenyum dengan sinis.
"Ya, Inspektur. Saya yang membunuh ayah Anda, dan saya juga yang membunuh korban terbaru."
Emilia melangkah maju, matanya bersinar dengan kepuasan.
"Saya tahu Anda akan datang, Inspektur. Dan saya tahu Thomas akan mengakui kejahatannya."
Inspektur Blackwood mengambil senjata dan menunjukkannya ke Thomas.
"Anda akan membayar untuk kejahatan Anda, Brown."
Tiba-tiba, Thomas mengambil sesuatu dari kantongnya dan melemparkannya ke Inspektur Blackwood.
Sebuah foto tua...
Foto ayah Inspektur Blackwood dan... Emilia Grey yang masih kecil!
Inspektur Blackwood merasa seperti terjatuh ke dalam lubang yang dalam.
Dia memandang foto itu dengan mata yang tidak percaya, kemudian menatap Emilia dan Thomas dengan curiga.
"This adalah pemalsuan yang sangat baik... tapi tidak akan membuat saya percaya pada kebohongan Anda!"
Emilia tersenyum sinis.
"Oh, Inspektur. Anda masih tidak mengerti. Foto ini memang palsu, tapi cerita di baliknya... adalah kebenaran."
Thomas Brown mengambil langkah maju, suaranya penuh dengan kebencian.
"Emilia dan Anda memiliki koneksi yang lebih dekat dari yang Anda pikir, Inspektur. Koneksi yang membuat Anda harus mati."
Inspektur Blackwood merasa ada sesuatu yang tidak beres.
Dia memutuskan untuk menyerang Thomas dan Emilia sebelum mereka membunuhnya.
Tiba-tiba, dia mendengar suara dari belakang...
"Sergeant Parker! Tangkap mereka!"
Inspektur Blackwood berputar ke arah suara itu dan terkejut melihat pamanda Emilia, Henry Grey, berdiri di pintu dengan pistol di tangan.
"Tidak percaya saya bisa tepat waktu," kata Henry Grey dengan senyum.
Emilia dan Thomas terlihat terkejut dan marah.
"Ayahanda!" Emilia berkata dengan nada marah. "Apa yang Anda lakukan?"
Henry Grey mengarahkan pistol ke Thomas.
"Saya menghentikan kejahatan Anda, anak buah saya yang durhaka... dan kejahatanmu, Thomas Brown."
Inspektur Blackwood masih bingung.
"Apa hubungan Anda dengan semua ini, Mr. Grey?"
Henry Grey menatap Inspektur Blackwood dengan serius.
"Saya akan menjelaskannya... tapi pertama, kita harus membawa dua orang ini ke penjara."
Tiba-tiba, Emilia berteriak.
"Tidak, Ayahanda! Anda tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi!"
Inspektur Blackwood meminta bantuan untuk menahan Thomas dan Emilia, kemudian meminta Henry Grey untuk menjelaskan situasinya.
Tapi saat memeriksa ruangan, Inspektur Blackwood menemukan sebuah dokumen tersembunyi di bawah bantal Henry Grey.
Dia membuka dokumen itu dan matannya terbuka lebar karena kejutan.
"Dokumen ini... adalah kontrak antara Anda dengan Thomas Brown untuk membunuh ayah saya!"
Henry Grey wajahnya berubah pucat.
"Di mana Anda mendapatkan itu?! itu palsu!"
Inspektur Blackwood merasa sudah mendapatkan bukti yang cukup.
"Tidak palsu, Mr. Grey. Anda adalah dalang di balik semua kejahatan ini!"
Emilia terlihat terkejut tapi juga sedikit lega.
"Ayahanda... saya selalu curiga dengan Anda."
Inspektur Blackwood mengambil tindakan cepat dan mencoba menahan Henry Grey, tapi dia terlalu cepat.
Henry Grey mengambil sebuah vas dari meja dan melemparkannya ke arah Inspektur Blackwood, membuatnya terjatuh ke lantai.
Emilia berteriak dan mencoba menghentikan ayahandanya, tapi dia dipukul oleh Thomas Brown yang baru saja bebas dari ikatannya.
Inspektur Blackwood bangkit dan melawan Henry Grey dalam pertarungan sengit.
Keduanya bertinju dan berkelahi di seluruh ruangan, meja dan kursi terjatuh ke lantai.
Tiba-tiba, Inspektur Blackwood berhasil mengambil keuntungan dan menghantam Henry Grey ke dinding.
"Akhirnya... keadilan akan terjadi!" kata Inspektur Blackwood dengan napas terengah-engah.
Henry Grey terjatuh ke lantai, tidak berdaya.
Inspektur Blackwood memanggil bantuan dan membuat semua tersangka ditahan.
Inspektur Blackwood merasa lega bahwa kasus telah selesai, tapi saat memeriksa barang-barang Henry Grey, dia menemukan sebuah nama yang membuatnya terkejut:
"Sergeant James Parker... sebagai rekan kerja sama dalam kejahatan."
Inspektur Blackwood merasa seperti dipukul petir.
Dia segera meminta timnya untuk menahan Sergeant Parker.
Saat Sergeant Parker ditahan, dia mengatakan:
"Aku hanya mengikuti perintah... dari atas. Dari Kepala Kepolisian sendiri."
Inspektur Blackwood merasa seperti dunianya terbalik.
"Apa?! Kepala Kepolisian terlibat dalam kejahatan ini?!"
Sergeant Parker mengangguk.
"Ya, Inspektur. Ini adalah skandal besar yang telah lama tersembunyi."
Inspektur Blackwood merasa seperti berada di dalam badai yang tidak terkontrol.
Dia tidak percaya bahwa Kepala Kepolisian, atasannya sendiri, terlibat dalam kejahatan besar.
Dia memutuskan untuk mengambil waktu sejenak untuk memikirkan langkah selanjutnya.
Saat berjalan di taman kantor polisi, dia bertemu Emilia yang sedang menunggu di bangku.
"Inspektur Blackwood," kata Emilia lembut. "Saya tahu Anda sedang menghadapi situasi yang sangat sulit."
Inspektur Blackwood duduk di sampingnya.
"Bagaimana Anda tahu?"
Emilia tersenyum.
"Saya memiliki kelebihan... untuk merasakan emosi orang lain. Dan saya merasakan keraguan Anda."
Inspektur Blackwood menatap Emilia dengan serius.
"Apa yang harus saya lakukan, Miss Grey? Saya tidak ingin menjadi bagian dari kejahatan ini."
Emilia meletakkan tangan di atas tangan Inspektur Blackwood.
"Saya pikir saya bisa membantu Anda... dengan cara yang tidak biasa."
Bersambung...
