Vania, cinta yang tak pernah hilang,
Di hatiku, kenanganmu masih tersimpan,
Seperti bunga yang mekar di musim semi,
Menciptakan keindahan yang tak terlupakan.
Malam ini, aku merasa sendirian,
Tapi kenangan kita bersama masih terasa hangat,
Seperti api yang menyala di tengah malam,
Menghangatkan hati yang sedih dan merindukan.
Vania, aku masih mencintaimu,
Meskipun kamu sudah tiada di sampingku,
Cintaku untukmu akan tetap abadi,
Seperti bintang yang bersinar di langit malam.
Aku masih ingat senyum manismu,
Aku masih ingat suara lembutmu,
Aku masih ingat pelukan hangatmu,
Dan aku masih merindukan kehadiranmu.
Vania, apakah kamu masih melihatku dari sana?
Apakah kamu masih mencintaiku seperti dulu?
Aku berharap kamu masih ada di hatiku,
Selamanya, Vania, aku mencintaimu.
Di malam yang sunyi ini, aku berbicara denganmu,
Mengharapkan jawaban dari hatimu yang dulu,
Aku bertanya, "Vania, apakah kamu bahagia?"
Dan aku berharap, kamu akan menjawab, "Aku bahagia karena aku mencintaimu."
Tapi jawabannya tidak pernah datang,
Hanya kesunyian yang menyambutku,
Aku tersenyum sedih, dan aku tahu,
Bahwa cintaku untukmu akan tetap abadi.
Apakah aku harus berhenti menulis tentangmu, Vania?
Aku ingin membagikan cintamu, Vania
Membagikan harapan dan kekuatanmu
Agar orang lain tahu, bahwa cinta tak pernah mati
Dan bahwa hidup ini, masih penuh keajaiban
Aku akan terus menulis, terus berbicara
Mengenai cintamu, Vania, dan kekuatan hidup"
"Aku melihat wajahmu di setiap senyum anak kecil
Mendengar suaramu di setiap doa yang kudengar
#Vania, cintamu masih hidup di hatiku
Membimbingku melewati badai, menuju cahaya
Aku ingin kamu tahu, aku baik-baik saja
Hidupku penuh warna, berkat cintamu dahulu
Aku menjadi pustakawan, membantu anak-anak lain
Mengajarkan mereka tentang cinta, harapan, dan kekuatan
VANIA terima kasih telah mencintaiku
Terima kasih telah mengajarkanku arti hidup
Aku akan selalu mencintaimu, selamanya"
Vania, cinta yang tak pernah hilang,
Di dalam hatiku, kesedihan masih tersimpan,
Karena kepergianmu yang tak pernah aku duga,
Meninggalkan aku dengan kesunyian yang dalam,
Dan rindu yang tak pernah bisa kupadamkan.
Aku masih ingat hari terakhir kita bersama,
Senyummu yang manis, pelukanmu yang hangat,
Tapi sekarang, semua itu hanya kenangan,
Meninggalkan aku dengan kesedihan yang tak terbalas.
Aku merasa seperti kehilangan bagian dari diriku,
Seperti kehilangan cahaya yang menerangi hidupku,
Tanpamu, Vania, hidupku terasa hampa,
Dan aku tak tahu bagaimana cara mengisi kekosongan itu.
Aku menangis di malam yang sunyi ini,
Karena aku merindukanmu, Vania, lebih dari apa pun,
Aku berharap kamu masih ada di sampingku,
Tapi kenyataannya, kamu sudah tiada.
Vania, aku mencintaimu, selamanya.
Vania, cinta yang tak pernah hilang,
Aku terus menulis, karena aku masih merindukanmu...
Di dalam mimpi, aku masih melihatmu tersenyum,
Menggenggam tanganku, dan berbicara lembut,
"Aku mencintaimu, Lev," kamu berkata,
Tapi aku terbangun, dan kamu tak ada di sampingku.
Aku merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk,
Dimana kamu masih ada, tapi kenyataannya kamu pergi,
Aku menangis, berteriak, dan berharap,
Bahwa semua ini hanya mimpi, dan kamu akan kembali.
Tapi kenyataannya, Vania, kamu sudah tiada,
Meninggalkan aku dengan kesedihan yang tak terbalas,
Aku masih ingat kata-katamu terakhir,
"Lev, aku mencintaimu, selamanya."
Aku ingin menjawab, "Aku juga mencintaimu, Vania, selamanya,"
Tapi kamu sudah tidak ada di sini untuk mendengarnya,
Aku hanya bisa menulis, dan berharap,
Bahwa kamu masih merasakan cintaku dari sana.
Vania, apakah kamu masih mengingat janji kita?
Vania, cinta yang tak pernah hilang,
Aku masih menulis, karena rindu ini tak pernah padam...
Aku ingat malam kita berdua menatap bintang,
Kamu berkata, "Lev, aku ingin selamanya bersama kamu."
Aku menjawab, "Aku juga, Vania, selamanya."
Tapi takdir berkata lain, dan kamu pergi meninggalkanku.
Aku masih menyimpan cincin yang kamu berikan,
Simbol cinta kita yang tak pernah terbalas,
Aku memakainya di malam hari, ketika aku sendirian,
Mengingat kata-katamu, "Lev, aku mencintaimu, selamanya."
Aku bertanya pada diriku sendiri,
"Apakah aku akan pernah mencintai lagi?"
Tapi jawabannya selalu sama,
"Vania, aku hanya mencintaimu, selamanya."
Di dalam hatiku, ada sebuah ruangan khusus,
Didedikasikan untuk kenangan kita bersama,
Aku menyimpannya dengan rapi,
Dan mengunjunginya setiap malam di pemakaman itu, merindukanmu.
Vania, apakah kamu masih ada di hatiku?
Atau hanya kenanganmu yang tersisa?
Vania, cinta yang tak pernah hilang,
Aku akan berhenti menulis tentang kesedihan ini...
Tapi sebelum itu, aku ingin bertanya:
Apakah kamu ingin aku menceritakan tentang
**MIMPI KITA BERSAMA LAGI**
di kehidupan setelah ini? Surga yang di janjikan Atau aku harus mengakhiri tulisan ini dengan kata-kata terakhirku:
"Vania, aku mencintaimu, SELAMANYA..."
