Spesial Edition From Pursuit of Happiness - We All Will Die
Mei 02, 2020
Aku terluka oleh pedang zaman, air yang mengalir terus membuat aku tak berdaya menahan itu semua. Dan aku paham bahwa aku terlalu mencintai dunia ini. Aku berlindung di kejernihan air dari ketakutan rasa dingin. Masih terlalu banyak berharap akan dunia ini yang padahal hanya sementara padahal di dunia sanalah yang akan abadi. Maafkan aku Tuhan.
Ketika aku bernafas, aku menyadari betapa berharga nya bernafas di antara kematian dan kehidupan. Hidupku mungkin tidak akan lama lagi seperti segelintir rambut yang mulai berjatuhan tapi apa yang akan aku bawa nanti untuk kesana padahal dosaku terlalu banyak di dunia ini. Karena semuanya akan kembali suatu saat nanti entah kapan.
Menghitung hari detik demi detik apakah yang akan harus aku lakukan sekarang, padamkan semua harapanku tentang dunia ini biar aku bisa melalui kehidupan ini dengan tenang dan damai tanpa mementingkan apapun lagi selain kehidupan akhirat yang kekal dan abadi.
Seberapa kaya nya pun kamu, sebesar apapun yang kamu miliki pasti akan tetap saja merasa kurang. Kita tidak akan pernah puas jika kita masih terlalu cinta dengan dunia ini. Kita tidak akan melewatkan waktu untuk tidur sebelum menghitung-hitung segala yang telah dimiliki. Padahal, kita bahkan tidak bisa membawa selimut yang tebal saat kembali ke alam baka.
Maka bersabarlah kamu. Sesungguhnya janji Allah (menolong para kekasihnya-Nya) adalah benar atau pasti dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah/shalatlah dengan memuji Tuhan penciptamu pada waktu petang dan pada waktu pagi (QS. Al-Mukmin(40) :55)
Dengan orang yang disayangi ketika sudah pergi apa yang bisa dikenang, hanya mengenang apa yang pernah di jalani bersama, kenangan akan selalu datang saat aku merasa sendiri termenung dalam kesendirian.
Kenyataannya, orang-orang yang aku cintai tak berada di dekat aku lagi untuk memberi aku semangat untuk menjalani kehidupan ini. Orang-orang yang aku rindukan berada di tempat
jauh. Mereka telah hijrah ke alam lain. Tapi sungguh aneh, di waktu yang sama aku mereka terasa dekat, sedekat embusan napas.
Seolah mereka tak pergi sama sekali. Dan dia orang yang pernah aku cintai aku merasa dia pasti masih mengawasi aku di atas sana, melihat apa aku sudah bisa bahagia tanpanya.
Ya, aku masih mencintaimu,,,
seperti aku yang selalu mencintaimu kapan kau ada di sampingku ya selalu berada di sisimu. Jika cinta sedalam dan semurni kristal, tapi Allah akan tetap menjadi nomor satu untukku. menjanjikan hadiah yang abadi kepada cinta itu. Jarak dan perbedaan hilang, jiwa-jiwa saling
berpelukan, meskipun menghadapi rintangan. Walaupun kulit jiwa terbakar dan terpanggang oleh pedihnya perpisahan, cinta terus bertahan dari segala penghalang.
melewati seluruh kota-kota yang penuh kenangan. Setelah siang yang terik dan panas berlalu, terbisik sebuah embusan semerbak harum dari Sungai ketika aku menaburkan bunga-bunga ke sungai sebelum aku meletakkan ke bawah nissan mu.
Ya kita hanya berhenti untuk saling bertemu tapi tidak dengan pikiran kita, aku yakin meskipun berada di tempat yang berbeda, aku akan tetap mendoakan kebahagiaan kita masing-masing untuk hidup yang singkat ini dan kehidupan kekal disana yang akan menanti.
Sungguh, aku terpaksa untuk kembali lagi ke kota ini di hari ulang tahunku yang kesekian dan kau tahu apa permintaanku sekarang. Setelah di tahun-tahun dulu ketika kita bersama, permintaan yang kita begitu banyak namun semuanya percuma kita tidak bisa menunggu permintaan itu bersama. Karena kau yang pergi duluan. Dan kau tahu apa permintaanku sekarang tidak banyak aku hanya meminta yang terbaik untuk kehidupanku dan bersabar menghadapi setiap cobaan dari Tuhan yang bertubi-tubi oleh badai yang datang. Menunggu dengan rasa sabar tapi entah apakah kebahagian yang akan datang duluan atau kah kematian. Semuanya dari kehidupan ini sekarang aku serahin sama yang diatas.
Waktunya telah tiba.... Kematian
sejauh ini kematian selalu membayangi di setiap langkahku, setelah orang-orang yang aku cintai pergi. Keluargaku juga telah beberapa pergi. Aku semakin terpikirkan tentang kematian. Bagaimana jika aku yang pergi? Apakah ada yang akan menangisiku ketika aku pergi?
Kematian bukanlah pertemuan yang tertunda. Ia pasti hadir bersama dengan kelahiran di kehidupan ini.
Ia tak langsung berada di samping pintu rumah kita..., tapi tertulis dalam buku takdir, takdir dari-Nya Allah SWT.
Pencipta malaikat kematian adalah Tuhan yang mengutus dia ke muka bumi, mungkin inilah tugas yang paling sulit di dunia ini, yaitu membunuh seseorang. Tuhan yang menciptakan malaikat kematian menciptakannya dengan beruntungnya berbagai sebab. Banyak yang meninggal dunia setelah sakit atau musibah menimpa kita. Malaikat kematian tertutupi oleh berbagai macam sebab kematian yang berbeda satu sama lain. Suatu hari, kita akan mendapat panggilannya dan kembali kepada Sang Pencipta. Kematian hanya terjadi dengan perintah dan kuasa-Nya.
Kematian seperti air Sungai Nil. Ia selalu bersabar di bawah terik siang hari yang panjang, terbakar, belajar dari keriuhan yang melaluinya, tapi sering menangis ketika malam yang
panjang tiba, dengan kehausan dan kesulitan-kesulitan yang ia hadapi, seperti seorang manusia. Kematian mendekat dari hari ke hari semakin mendekat entah waktunya kapan ketika giliran kita telah tiba.. Semuanya
sama seperti alunan lagu Ilahi, ‘Saat itu, kita tahu dan paham bahwa ajal dan malaikat kematian sudah berada di depan pintu, bersiap untuk mencabut nyawa kita.
