Bab 1: Salju Pertama dan Panggilan Perang
Salju pertama di Siberia selalu datang lebih awal dan lebih dingin dari yang diharapkan. Bagi Lev Ryley, itu adalah tanda. Bukan pertanda musim dingin, melainkan pertanda perburuan yang akan datang. Dunia tidak lagi sama sejak 'Sistem' muncul, sebuah fenomena yang mengubah realitas menjadi sebuah permainan yang brutal. Setiap orang memiliki level, dan setiap monster yang dikalahkan memberikan pengalaman. Tidak ada sihir, tidak ada mantra. Hanya kekuatan mentah, strategi, dan baja yang beradu.
Lev, seorang pemuda dengan mata tajam dan fisik yang kekar, memoles pedang panjangnya. Di level 12, ia masih jauh dari legenda. Tetapi ambisinya membara seperti api di tungku. Dia tidak sendirian. Di pondok kayu yang sama, Andriy, pemanah ulung yang dingin dan selalu waspada, sedang membersihkan busur panjangnya. Busur itu, yang terbuat dari kayu Yew, sudah menjadi perpanjangan tangannya sendiri. Di sisi lain perapian, Cindy, dengan perisai besar yang menjadi pertahanan utamanya, mengasah kapaknya. Sebagai tank, dia adalah tembok yang tak tergoyahkan.
Vania Larasati, seorang pendatang dari jauh yang terdampar di dunia baru ini, sedang menyusun strategi di atas peta kulit. Dia adalah otak dari kelompok mereka, dengan pemahaman mendalam tentang statistik dan cara kerja sistem. Terakhir, ada Anatasya, seorang pejuang gesit yang mengandalkan dua pedang pendek dan kelincahannya. Dia adalah pembunuh sunyi yang bergerak dalam bayangan. Kelimanya adalah tim yang tidak biasa, dipersatukan oleh takdir yang sama.
"Peta ini menunjukkan sarang Goblin di Hutan Beruang," kata Vania, menunjuk sebuah titik di peta. "Mereka telah memperluas wilayah mereka. Jika kita bisa membersihkannya, kita bisa naik level beberapa kali."
Andriy mengangkat alisnya. "Goblin? Itu pekerjaan untuk para pemula. Kita bisa mendapatkan yang lebih baik dari itu."
"Jangan remehkan goblin, Andriy," sahut Lev. "Sarang yang membesar berarti ada pemimpin yang kuat. Mungkin ada boss di level 30-an. Pengalaman yang bagus untuk kita semua."
Cindy mengangguk setuju. "Perisai saya butuh 'ujian' yang layak. Sudah lama tidak beradu dengan musuh yang serius."
Anatasya hanya diam, matanya yang tajam menatap kosong ke arah peta, seolah sudah membayangkan setiap gerakan yang akan ia lakukan.
Mereka tahu, jalan dari level 1 hingga 200 adalah jalan yang panjang dan berdarah. Di dunia tanpa sihir, setiap luka adalah luka nyata. Setiap kesalahan bisa berarti kematian. Tetapi, di balik bahaya itu, ada janji akan kekuatan tak terbatas, keabadian, dan kendali atas takdir mereka sendiri. Dan di tengah lanskap es Rusia yang kejam, itulah satu-satunya hal yang layak diperjuangkan.
