Arcanum adalah tempat yang mengagumkan, tetapi juga membingungkan. Hari-hari pertama Lev, Vania, dan Anatasya dipenuhi dengan orientasi dan pengenalan akan aturan-aturan akademi. Mereka mempelajari sejarah Arcanum, asal-usul elemen, dan ancaman Sombra yang selalu mengintai. Mereka juga bertemu dengan teman-teman sekelas baru, termasuk beberapa pewaris elemen lain yang sudah jauh lebih mahir.
Anatasya langsung terbiasa dengan lingkungan baru. Ia dengan cepat menguasai pelajaran tentang pola elemen dan sejarah kuno, bahkan mengejutkan para instruktur dengan kecerdasannya. Vania, di sisi lain, lebih fokus pada latihan fisik. Dengan semangatnya yang membara, ia dengan cepat menguasai berbagai teknik pertempuran menggunakan elemen api.
Lev, bagaimanapun, merasa tertinggal. Di kelas elemen bumi, ia sering kali kesulitan. Para siswa lain bisa dengan mudah memanipulasi tanah, membentuknya menjadi patung-patung kecil atau bahkan mengangkat batu-batu besar. Lev hanya bisa membuat tanah di bawah kakinya bergetar samar atau membuat tanaman tumbuh sedikit lebih cepat. Ia merasa kekuatannya tidak spektakuler, tidak sekuat yang ia harapkan, dan bayangan elemen es yang ia dambakan terus menghantuinya.
Suatu sore, saat kelas elemen bumi sedang berlangsung di lapangan terbuka, instruktur meminta para siswa untuk menciptakan pilar batu dari tanah. Vania dan Anatasya, yang ikut kelas itu untuk belajar tentang pertahanan, dengan mudah menciptakan pilar yang kuat. Vania dengan api yang membakar ujungnya, dan Anatasya dengan air yang mengalir di permukaannya, memperkuat struktur.
Lev mencoba, tetapi ia hanya bisa membuat gundukan tanah kecil yang runtuh dalam sekejap. Frustrasi, ia menendang gundukan itu.
"Apa yang salah, Lev?" tanya sang instruktur, seorang pria tua dengan tangan yang keras dan wajah penuh kerutan.
"Aku tidak tahu," jawab Lev, suaranya dipenuhi kekecewaan. "Kekuatanku tidak berguna."
"Kekuatanmu bukanlah kehampaan, Nak," kata sang instruktur. "Ia adalah fondasi. Tanpa fondasi yang kuat, semua bangunan akan runtuh."
Lev tidak mendengarkan. Ia merasa sang instruktur hanya mencoba menghiburnya. Ia melihat ke arah bangunan es di kejauhan, dan ia berpikir, "Jika saja aku punya kekuatan itu."
Malamnya, Lev menyelinap keluar dari asramanya. Ia tidak bisa tidur, dan ia memutuskan untuk pergi ke perpustakaan. Ia ingin mencari buku-buku tentang elemen es, berharap bisa menemukan cara untuk mendapatkan kekuatan itu.
Ia berhasil masuk ke dalam perpustakaan, sebuah tempat yang megah dan dipenuhi rak-rak buku yang menjulang tinggi hingga ke langit-langit. Aroma buku-buku tua memenuhi udara, dan Lev merasa seperti berada di surga. Ia mulai mencari, tetapi ia merasa ada sesuatu yang aneh.
Di tengah perpustakaan, ia melihat bayangan hitam yang bergerak dengan cepat. Bayangan itu mirip dengan makhluk Sombra yang menyerang mereka di dunia manusia. Lev terkejut. Ia tidak menyangka makhluk itu bisa sampai ke Arcanum.
Bayangan itu mulai bergerak ke arahnya. Lev terdiam, tidak bisa bergerak. Ia merasa ketakutan, dan ia merasa bahwa ia tidak akan bisa melawannya. Tiba-tiba, dari kegelapan, muncul seorang pria berjubah hitam. Pria itu menatap Lev dengan mata yang dingin, dan ia mengulurkan tangannya.
"Aku bisa membantumu," kata pria itu, suaranya membekukan. "Aku tahu bagaimana mendapatkan kekuatan yang kamu inginkan."
Lev menatap pria itu dengan ragu. "Siapa kamu?"
"Aku adalah seseorang yang mengerti," jawab pria itu. "Aku tahu kamu menginginkan kekuatan es. Dan aku bisa memberikannya padamu."
Jantung Lev berdegup kencang. Ini adalah kesempatan yang ia tunggu-tunggu. Tetapi, ia juga merasa ada sesuatu yang tidak benar. Pria itu memancarkan aura kegelapan, sama seperti Sombra.
Bab ini diakhiri dengan Lev dihadapkan pada pilihan sulit. Apakah ia akan mengambil jalan pintas untuk mendapatkan kekuatan yang ia inginkan, atau ia akan tetap setia pada elemen buminya? Pilihan yang ia buat akan menentukan nasibnya, dan mungkin juga nasib Arcanum.
Ikuti saluran The World Behind the Veil: The Tale of the Three Elemen di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbAwxYhKWEKtzGEwQd1R
