Alarm yang menggelegar di seluruh penjuru Arcanum memecah suasana damai yang baru saja mereka rasakan. Makhluk-makhluk Sombra, kini dalam jumlah yang jauh lebih besar dan wujud yang lebih pekat, merangsek masuk dari balik pepohonan di perbatasan hutan yang mengelilingi akademi. Mereka tampak lebih kuat, mata merahnya memancarkan kebencian yang mendalam.
Kael, sang instruktur elemen bumi, dengan cepat mengorganisir para siswa. "Jangan panik! Gunakan kekuatan kalian, lindungi akademi!" teriaknya.
Para siswa dengan elemen api, termasuk Vania, segera membentuk barisan depan, meluncurkan bola-bola api ke arah Sombra. Api itu membakar kabut hitam para makhluk, tetapi mereka dengan cepat meregenerasi diri, seolah api hanya melambatkan mereka. Para pewaris elemen air, yang dipimpin oleh Anatasya, menciptakan dinding-dinding air yang berfungsi sebagai perisai, memantulkan serangan Sombra. Namun, tekanan yang diberikan oleh jumlah Sombra yang masif mulai membuat dinding air itu retak.
Lev, bersama pewaris elemen bumi lainnya, ditugaskan untuk memperkuat fondasi. Perannya, seperti yang dijelaskan Kael, adalah stabilitas. Tugasnya terasa membosankan di tengah hiruk pikuk pertempuran, di mana para pewaris api dan air menunjukkan kekuatan spektakuler mereka.
"Fokus, Lev!" Kael berteriak, melihat Lev yang masih ragu-ragu. "Rasakan tanahnya! Jadilah bagian dari itu!"
Lev mencoba. Ia menyentuh tanah dengan kedua tangannya, memejamkan mata, dan mencoba merasakan setiap getaran, setiap partikel di bawahnya. Ia memvisualisasikan sebuah fondasi yang tak tergoyahkan, sebuah perisai tak terlihat yang melindungi Arcanum.
Di tengah pertempuran, satu makhluk Sombra berhasil menyelinap melewati barisan depan dan menyerang Vania. Vania terkejut, dan serangannya meleset. Makhluk itu meluncurkan serangan ke arahnya. Lev, yang melihat Vania dalam bahaya, membuka matanya. Tanpa berpikir panjang, ia menjulurkan kedua tangannya ke arah Vania.
Seketika, tanah di sekitar Vania bergetar. Batu-batu kecil melayang di udara, membentuk perisai kokoh di depan Vania, tepat waktu untuk menangkis serangan Sombra. Makhluk itu terhempas, hancur menjadi kabut, dan tidak bisa bangkit kembali.
Vania menatap Lev dengan mata terbelalak, kagum. "Bagaimana kau...?"
Lev juga terkejut. Ia tidak tahu bagaimana ia bisa melakukannya. Ia hanya bertindak secara insting. Namun, ia merasa ada sesuatu yang berbeda. Kekuatan buminya tidak lagi terasa berat, melainkan kuat, kokoh, dan melindunginya.
Anatasya yang melihat kejadian itu, tersenyum bangga. Ia tahu bahwa Lev telah menemukan kunci dari kekuatannya.
Pertarungan berlanjut. Para siswa mulai lelah, dan Sombra semakin mendekat. Lev, yang kini memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kekuatannya, mulai menggunakan elemen buminya dengan cara yang lebih kreatif. Ia menciptakan lubang-lubang jebakan di bawah Sombra, membuat mereka jatuh dan hancur. Ia juga menciptakan dinding-dinding tanah untuk memblokir serangan.
Di saat-saat terakhir, Kael melihat bahwa para siswa sudah hampir menyerah. Ia tahu bahwa mereka membutuhkan dorongan terakhir. Ia menatap Lev, dan mengangguk. Lev, mengerti maksud Kael, menutup matanya lagi. Ia memvisualisasikan seluruh Arcanum sebagai sebuah entitas yang hidup, dan ia adalah jantungnya.
Dengan kekuatan penuh, ia menghentakkan kakinya ke tanah. Seluruh Arcanum bergetar. Sebuah gelombang kejut yang kuat, yang tak terlihat oleh mata telanjang, menyebar dari kakinya, melenyapkan semua makhluk Sombra yang ada di dekatnya. Sombra-sombra yang lain, yang melihat kekuatan itu, mundur dengan ketakutan.
Pertempuran usai. Para siswa bersorak, merayakan kemenangan. Kael berjalan mendekati Lev dan menepuk bahunya dengan bangga. "Aku sudah bilang, Nak. Kekuatanmu adalah fondasi. Ia adalah stabilitas. Ia adalah kekuatan yang tidak terlihat, tetapi ia adalah yang paling kuat."
Lev tersenyum. Ia tidak lagi merasa malu dengan elemen buminya. Ia telah menemukan kekuatannya yang sebenarnya. Namun, di balik senyumnya, ia juga teringat akan pria berjubah di perpustakaan. Ia tahu bahwa ia masih memiliki banyak pertanyaan yang harus dijawab. Pertempuran ini hanyalah permulaan.
Ikuti saluran The World Behind the Veil: The Tale of the Three Elemen di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbAwxYhKWEKtzGEwQd1R
