September 07, 2019
Dari surat-surat pribadi
Arima.
Sayang Anindya Putri,
Tujuh detik masih bisa bernafas setelah jantungku begitu sakit terasa pada hari ini, tidak mempercayai aku masih hidup dan surga menungguku, tujuh detik untuk bangkit aku pikir ini akan menjadi akhirnya tapi aku tahu kau akan mengerti semua kerinduanku padamu menahan ku disini untuk bisa bertahan di dunia yang fana.
Aku memimpikan tangga ke langit, memimpikan kehidupanku selanjutnya setelah aku benar-benar pergi dari dunia ini. Melihat malaikat turun dan ingin membawaku ke surga namun ternyata belum, aku masih mempunyai beberapa urusan yang belum terselesaikan di dunia, yaitu menunggumu dan menunggu entah sampai kapan hal ini akan berlangsung.
Aku rasa kali ini mungkin telah berubah tapi satu hal masih tersisa aku rapuh, kegelapan dan kesepian masih melekat di hatiku yang membeku. Perlahan aku mulai sadar apakah kita akan bersatu kembali nanti, aku masih harus terus maju dan sehat untuk bisa bertahan menunggu ini semua, menunggu kita untuk dipertemukan kembali seperti dulu.
Itu menunggu dari sebuah hari sebelum aku akan benar-benar pergi, aku takut akan kegelapan ini semakin bertumbuh didalam diriku kapan tidak ada seorang pun ingin menyelamatkanku. Aku tidak dapat lebih lama untuk tinggal di dunia ini saat kekuatanku menghilang dalam kegelapan.
Mencoba berlari pergi dalam tempat rahasia mengorbankan hanya untukmu orang yang aku cintai. Tidak ada persoalan berapa banyak pikiranku dipenuhi oleh hal yang lain tapi semua tentangmu selalu mengambang keatas dalam pikiranku, dalam setiap waktu wajahmu selalu hadir dalam ingatanku sampai akhir dari waktu.
Mengapa? kau tidak ingin pergi dari pikiranku, seharusnya aku tidak membiarkan kau bertahan lebih lama disini namun aku sudah pernah berjanji ketika aku mencintai seseorang aku akan bertahan lama bahkan sampai maut memisahkan kecuali jika seseorang itu tidak ingin bersamaku sayang maka aku akan pergi, mencari hati yang lain yang siap menerimaku untuk bertahan lebih lama.
Kehidupan, kebahagian, kesedihan, kekuatan dan kelemahan semuanya karena dirimu. jarak telah membuat kita semakin jarang bertemu, jarak telah menghadirkan ruang-ruang sepi di perasaan ini. Perasaanku sudah terkubur di luar pandangan, disini di tempat sempit dan tak bercahaya. Kini saatnya aku akan mencoba berlari keluar aku akan bebas mencari seseorang yang mungkin belum aku temui beberapa bulan belakangan ini yang menyebabkan aku serapuh dan kehilangan harapan.
Aku melihatmu, mungkin sudah satu jam sejak saat itu atau sepanjang saat malaikat berusaha untuk menjemputku. Aku tidak dapat lagi memperhitungkan saat-saat di tengah sekaratku. Tapi aku melihatmu sayang, aku merasa bisa menyentuhmu, aku merasa hidup kembali kau selalu membuatku merasa lebih hidup namun itu semua hanyalah bayangan semu semata yang tidak bertahan lama, hanya angan-angan kosong yang datang saat aku benar-benar kesepian disini. Kau tahu sayang aku lebih merasa kesepian di tempat ramai daripada sendiri.
Aku ingin bahagia tapi harus mulai darimana saat-saat semua kebahagianku terenggut lalu aku bisa apa, aku mencoba senyum melihat langit diatas sana sayang sejauh apa kita terpisahkan namun yang terlihat hanya awan mendung yang siap menetaskan air hujan dan membasahi tanah aku berpijak disini. Aku berharap senyum kecilku bisa menenangkan hatiku dan sampai kepadamu sayang. membuatmu kembali merindukanku atau setidaknya ingat tentang kita pernah bersama menjalani hari-hari bahagia.
Aku berdoa kepada Tuhan! bagaimana bisa aku bertahan jauh darimu sayang untuk sejenak aku hanya memiliki sedikit waktu? aku ingin berdo'a kepadamu Tuhan berikan aku sedikit waktu sampai aku bisa kembali bertemu dengan nya sebelum aku benar-benar diambil oleh-MU. Aku ingin menggapai nya bukan hanya dalam pikiran tapi kenyataan yang aku bisa memelukku dan bisa menatap mata birunya lebih lama.
Sayang, kita pasti bisa bersama lagi, aku akan mencari cara. Sebuah cahaya bersinar di wajahku karena kegelapan sudah sedikit mereda. Embun beku dalam diriku mencair dan semuanya karena aku mempunyai setitik harapan akan datang yang bisa mempersatukan kita kembali bersama.
