Dream of Agony - Truth is Stranger than Fiction
Juni 29, 2019
Dari surat-surat pribadi
Arima.
Sayang Anindya Putri,
Karena aku mencintaimu maka aku harus memberitahumu yang sebenarnya.
Kau sudah mengetahui segalanya sekarang, sayang, mengapa aku bisa menjadi seperti ini, kau tahu ini merupakan kegagalan-kegagalanku menghadapi terikat jauh darimu yang tak bisa menahan rindu, kegilaan dan kegelapan yang ada di pikiranku.
Aku tidak bermaksud melakukan kesalahan, aku ingin menemuimu melintasi dunia seperti seorang penjelajah besar, terbang membumbung tinggi dalam pikiran, waktu serta ruang. Namun semua aku batalkan karena aku tak Ingin mengganggumu disana.
Aku ingin terus hidup meski sebentar saja, bisa melihatmu tersenyum, memandangi indah wajahmu dan mendengarkan suaramu. Sekarang harapanku kosong dan aku tidak akan pernah mendapatkan ketenangan disini. itulah kenyataan yang tak terelakan, kebenaran yang mengerikan, itulah kenyataanku. Tapi ada pula kebenaran lainnya, bahkan di dalam kegelapan ini, kenangan ini nyata. Aku harus berpegang padanya dan tak melepaskan nya.
Itulah yang terjadi sekarang, aku sedang berada di ruang bawah tanah dimana harapan, impian dan kesakitan yang pernah kita lalui yang kita buat bersama. merenungi masa lalu yang membuat aku menjatuhkan airmata saat aku kembali mengingatnya tentang kenangan indah kita, tentang semua nya yang pernah kita lalui bersama di tempat ini, di kota yang penuh suka dan duka banyak kenangan manis dan pahit.
Sayang, kata-kataku mati, tubuhku gemetar, hatiku kosong penuh dengan kehampaan yang aku rasakan untuk sekarang.
Usaha dalam menuliskan beberapa kata untukmu nanti tapi dengan menulis ini sanggup membawaku mengingat dengan jelas kenangan-kenangan yang pernah kita lalui bersama dengan sangat jelas. Aku rindu bersamamu, mendengarkan suaramu dan melihat wajahmu, di saat-saat menyedihkan ini saat aku mencoba menemukan kata-kata untuk memberitahumu apa yang kurasakan, aku bisa membodohi diriku sendiri bahwa aku merasakan kehadiran mu disini menemaniku, menyentuh wajahku, kita saling menatap satu sama lain dengan senyuman yang begitu membuncah merasakan kebahagian bersama.
Tapi semuanya tidak ada gunanya racun ini merembas masuk kedalam urat nadi, mencuri harapan hidupku yang hanya tinggal sedikit. Aku mengambil kesenangan pergi dariku, melihat kamu dan aku, kita semua pergi. Satu lagi kesempatan untuk menyembuhkan diriku didunia ini. Yaitu untuk bisa melihat mu untuk terakhir kalinya, itulah mengapa aku masih sanggup bertahan selama ini mempertahankan penyakit ini agar tidak semakin menggorogoti semua tubuhku dan pikiranku, aku tak Ingin kenangan ini menghilang begitu adanya, aku ingin terus mengingatmu meski aku telah berada dialam yang berbeda, aku tetap ingin mengingatnya dengan jelas semua yang kita lalui bersama.
Malam ini begitu suram, aku tidak dapat merasakan apapun hanya merasakan dingin yang menggorogoti tubuhku. Semua warna terlihat memudar, aku tidak dapat mencapai jiwaku. Aku akan berhenti berlari jika aku tahu disana tidak ada lagi kesempatan untuk bisa bertemu denganmu tapi harapan itu tetap ada dan aku mengorbankan ini semua untuk bisa bertemu denganmu lagi.
Mengapa aku melakukan ini, tidak dapat memberitahu apa sebabnya tapi aku melakukannya hanya untukmu. segalanya akan berakhir dengan indah kapan ingatan kembali pada tubuhku, hanya butuh waktu yang akan bisa mempertemukan kita dan semua kesakitan akan menghilang bersama luka.
Suatu hari aku akan bisa terselamatkan, menyentuh semua malam dengan keindahan. Dengan bayangan tawa dan keheningan malam yang riuh oleh suara-suara binatang memandakan sebuah awal dari musim semi yang baru.
