Kemenangan melawan Sombra membawa Lev, Vania, dan Anatasya lebih dekat satu sama lain. Mereka berbagi rahasia yang tidak bisa mereka ceritakan kepada siapa pun di luar Arcanum. Lev menceritakan tentang pertemuannya dengan pria berjubah di perpustakaan, tentang godaan kekuatan es, dan tentang gulungan kuno yang menunjukkan bahaya di baliknya. Vania dan Anatasya mendengarkan dengan seksama, merasa terkejut dan prihatin.
"Jadi, Sombra mencoba memanipulasimu?" tanya Vania, wajahnya muram. "Itu mengerikan."
"Dan dia tahu tentang obsesimu pada kekuatan es," tambah Anatasya, mengernyitkan dahi. "Dia pasti melihat ada kelemahan di sana."
Mereka sepakat untuk merahasiakan pertemuan itu dari Argus dan para instruktur. Mereka tidak ingin Lev mendapat masalah, apalagi dianggap rentan terhadap pengaruh Sombra. Mereka memutuskan untuk menghadapi masalah ini sendiri, sebagai sebuah tim.
Beberapa hari kemudian, Argus mengumumkan bahwa para pewaris elemen akan menghadapi ujian kepercayaan. Ujian ini, katanya, akan menguji kekuatan dan persahabatan mereka.
"Ujian ini adalah untuk menguji seberapa besar kalian saling percaya," kata Argus. "Dan seberapa besar kalian percaya pada diri sendiri."
Ujian itu berlangsung di sebuah tebing terjal yang tersembunyi di balik hutan Arcanum. Tebing itu dihiasi dengan simbol-simbol kuno yang memancarkan aura misterius. Di puncak tebing, ada sebuah cawan batu yang memancarkan cahaya hijau.
"Untuk menyelesaikan ujian ini," kata Argus, "kalian harus mencapai puncak tebing dan menyentuh cawan itu. Tetapi, ada satu aturan. Kalian harus bekerja sama. Tidak ada yang boleh mencapai puncak sendirian."
Para siswa mulai mendaki tebing, menggunakan elemen mereka untuk membantu. Beberapa pewaris elemen api menggunakan api mereka untuk menciptakan jalan, sementara pewaris elemen air menggunakan air mereka untuk membuat pijakan. Para pewaris elemen bumi, termasuk Lev, menggunakan kekuatan mereka untuk menciptakan pegangan di tebing.
Lev, Vania, dan Anatasya bekerja sama dengan baik. Vania menggunakan apinya untuk membakar tanaman yang menghalangi jalan, Anatasya menggunakan airnya untuk membuat jalan setapak, dan Lev menggunakan elemen buminya untuk menciptakan pegangan yang aman. Mereka mendaki dengan cepat, saling membantu dan saling mendukung.
Namun, di tengah perjalanan, mereka dihadapi dengan sebuah jebakan. Sebuah ilusi yang diciptakan oleh kekuatan yang ada di tebing, membuat mereka melihat hal-hal yang paling mereka takuti.
Vania melihat sebuah ilusi yang menunjukkan semua orang yang ia cintai terbakar oleh apinya sendiri. Anatasya melihat sebuah ilusi yang menunjukkan semua orang yang ia cintai tenggelam di dalam air yang ia kendalikan. Dan Lev, ia melihat sebuah ilusi yang menunjukkan bahwa ia tidak pernah mendapatkan kekuatan es, dan ia dihina oleh Vania dan Anatasya.
Mereka terkejut dan ketakutan, tetapi mereka tidak menyerah. Mereka saling mengingatkan bahwa ilusi hanyalah ilusi. Mereka saling berpegangan tangan, dan mereka terus mendaki. Mereka melewati ilusi itu, dan mereka sampai di puncak tebing.
Mereka menyentuh cawan batu itu bersama-sama. Cahaya hijau itu semakin terang, dan mereka merasakan gelombang kekuatan yang kuat mengalir melalui tubuh mereka. Mereka berhasil. Mereka berhasil melewati ujian kepercayaan.
Bab ini diakhiri dengan Lev, Vania, dan Anatasya menyadari bahwa kepercayaan adalah senjata terkuat mereka. Mereka tahu bahwa selama mereka saling percaya dan percaya pada diri mereka sendiri, mereka akan bisa mengalahkan Sombra. Namun, di antara mereka, Lev menyadari bahwa pertarungan dengan Sombra masih jauh dari kata usai. Ia tahu bahwa Sombra akan terus mencoba untuk memanipulasinya, dan ia harus selalu waspada.
