Setelah kekacauan di kantornya, Argus segera memanggil tim perbaikan untuk memulihkan ruangan itu. Dinding yang retak diperbaiki oleh pewaris elemen bumi, perabotan yang rusak digantikan dengan yang baru, dan uap dingin yang masih tersisa diserap oleh pewaris elemen air. Kantor itu kembali normal dalam waktu singkat, tetapi pengalaman itu meninggalkan luka yang lebih dalam pada Lev, Vania, dan Anatasya.
Mereka dipanggil kembali ke kantor Argus, yang kini sudah bersih. Argus duduk di mejanya, wajahnya serius.
"Kalian berhasil," katanya, memandang mereka satu per satu. "Kalian membuktikan bahwa kalian adalah tim yang kuat. Kalian berani dan kalian cerdas. Dan, Lev," Argus memandang Lev, "kamu membuktikan bahwa kekuatan bumi bukanlah kelemahan. Ia adalah fondasi. Ia adalah ketenangan. Ia adalah kekuatan yang tidak terlihat, tetapi ia adalah yang paling kuat."
Pujian itu terasa manis, tetapi Lev tidak bisa sepenuhnya menikmatinya. Ia tahu bahwa ia hampir mengkhianati teman-temannya. Ia hampir menukar kekuatannya yang sebenarnya dengan janji palsu dari Sombra. Ia merasa malu dan menyesal.
"Aku... aku minta maaf," kata Lev, suaranya pelan. "Aku hampir mengambil tawaran Sombra. Aku hampir mengkhianati kalian."
Vania dan Anatasya saling berpandangan, dan kemudian memandang Lev dengan tatapan penuh pengertian.
"Kami tahu, Lev," kata Vania, "Tapi kami juga tahu bahwa kamu tidak melakukannya. Kamu memilih kami, kamu memilih kebaikan."
"Dan kami bersyukur untuk itu," tambah Anatasya. "Kamu adalah fondasi yang kita butuhkan."
Lev terharu. Ia merasa lega. Ia merasa bahwa ia tidak sendirian. Ia memiliki Vania dan Anatasya, dan mereka saling percaya.
Argus menghela napas. "Kalian masih memiliki banyak hal yang harus dipelajari. Sombra tidak akan menyerah begitu saja. Dia akan kembali, dan dia akan lebih kuat. Kalian harus bersiap."
Argus kemudian memberikan mereka sebuah buku kuno. Buku itu berisi sejarah Sombra, bagaimana ia muncul dari kegelapan, dan bagaimana ia mencoba untuk mengendalikan dunia. Buku itu juga berisi informasi tentang pewaris elemen es, Elara, dan bagaimana ia dikhianati oleh Sombra.
"Bacalah buku ini," kata Argus. "Kalian akan menemukan banyak jawaban di dalamnya."
Lev, Vania, dan Anatasya kembali ke asrama mereka dengan buku itu. Mereka membaca buku itu bersama-sama, dan mereka menemukan banyak informasi yang menarik. Mereka menemukan bahwa Sombra tidak bisa dilawan dengan kekuatan fisik saja. Sombra bisa dilawan dengan kekuatan spiritual dan kekuatan kepercayaan.
Mereka juga menemukan bahwa kekuatan es bukanlah kekuatan yang jahat. Kekuatan itu bisa digunakan untuk kebaikan, tetapi juga bisa digunakan untuk kejahatan. Kekuatan itu adalah kekuatan yang netral, dan itu tergantung pada siapa yang menggunakannya.
Lev merasa lega. Ia tahu bahwa ia tidak perlu lagi merasa iri dengan kekuatan es. Ia tahu bahwa ia harus fokus pada kekuatannya sendiri. Ia harus belajar bagaimana menggunakan elemen buminya dengan baik.
Bab ini diakhiri dengan Lev, Vania, dan Anatasya yang merasa lebih kuat dan lebih bersatu. Mereka tahu bahwa mereka harus terus belajar dan berlatih. Mereka tahu bahwa mereka harus bersiap untuk pertempuran berikutnya. Pertarungan dengan Sombra bukanlah hanya pertarungan fisik, tetapi juga pertarungan batin. Mereka harus melawan godaan, dan mereka harus percaya pada diri mereka sendiri.
