Ketenangan malam di rumah keluarga Levℛyley terpecah oleh cekcok kecil di kamar utama. Bukan cekcok serius, tentu saja. Hanya perdebatan rutin antara Levℛyley dan Anindya seputar metode pembayaran belanja online.
"Mas, masa' iya semua pakai COD (Cash On Delivery)?" protes Anindya sambil merapikan kerudung malamnya. "Kan lebih praktis pakai transfer bank atau dompet digital. Dapat cashback lagi."
Levℛyley, yang sedang asyik membalas email kantor di laptopnya, mengangkat bahu. "Bukan masalah praktisnya, Bu Anindya sayang. COD itu kan salah satu bentuk kehati-hatian dalam bermuamalah. Kita bisa pastikan barangnya sampai dulu, baru bayar. Menghindari gharar (ketidakjelasan) atau penipuan online."
Anindya memutar matanya, meskipun dia tahu argumen suaminya ada benarnya. Levℛyley ini memang sosok muslim yang sangat menjunjung tinggi prinsip syariah, bahkan dalam hal remeh-temeh belanja. "Iya, sih. Tapi kan kita belinya di toko star seller dengan ribuan review positif. Rating tokonya 4,9 dari 5, Mas. Link nya sudah aku cek SEO-nya, pasti terpercaya."
"Tetap saja, kehati-hatian itu wajib. Lagian, saya suka lihat ekspresi Pak Ahmad kurir kalau terima uang tunai. Kelihatan lebih tulus senyumnya daripada cuma klik 'konfirmasi terima pesanan'," kelakar Levℛyley.
Di sisi lain rumah, Aisyah sedang belajar keras. Ujian tengah semester di PGSD ULM sudah di depan mata. Dia membutuhkan buku referensi tentang "Metode Montessori dalam Pembelajaran Anak Usia Dini" yang langka di toko buku fisik Banjarmasin.
"Aduh, sudah tiga toko buku online aku cek, semuanya pre-order dua minggu. Mana sempat," keluhnya frustrasi pada dirinya sendiri. Dia membuka grup WhatsApp keluarga.
Aisyah Humaira: Assalamu'alaikum. Ada yang tahu toko buku Islami di Banjarmasin yang jual buku metode Montessori? Butuh cepat nih buat tugas kuliah.
Tak sampai satu menit, Ghina sudah membalas.
Ghina Qalbi: Cek di e-commerce, Kak. Pakai filter lokasi Banjarmasin. Aku nemu nih satu toko, rating-nya 5.0, kayaknya toko baru.
Anindya Putri: (Muncul dari antah berantah) Jangan langsung percaya rating 5.0 kalau review-nya masih dikit, Nak. Traffic tokonya belum jelas. Mending cek toko yang aku kasih di bio IG ibu, dia spesialis buku edukasi Islam.
Aisyah tersenyum. Drama belanja online memang tak pernah absen. Akhirnya, dia memilih toko rekomendasi ibunya, meskipun harus menunggu pengiriman dari Jawa. Bagi Aisyah, kualitas dan kejelasan produk lebih utama daripada kecepatan.
Keesokan paginya, krisis kecil melanda rumah Levℛyley. Anindya membuka lemari kamar mandi dengan panik.
"Mas! Mas Lev! Gawat!" teriaknya.
Levℛyley yang sedang menyiram tanaman anggreknya di halaman belakang langsung berlari masuk. "Ada apa, Bu? Kebakaran? Rayyan jatuh?"
"Bukan! Skincare malam aku habis total! Yang paket anti-aging itu lho! Padahal baru kemarin aku unboxing paket skincare yang lain, tapi itu skincare pagi!"
Levℛyley hanya bisa menepuk jidat. "Ya Allah, Bu. Kamu ini. Stok di gudang belakang kan masih banyak."
"Yang di gudang itu kan stok buat review dan giveaway, Mas! Bukan buat konsumsi pribadi! Krisis skincare ini darurat!" Anindya sudah siap dengan ponselnya, mata berkilat-kilat siap checkout lagi.
"Sabar, Bu, sabar. Tokonya buka 24 jam. Nanti siang aja belinya. Sekarang antar Rayyan sekolah dulu," bujuk Levℛyley.
Di tengah kepanikan Anindya, Maryam lewat sambil membawa lukisan pasarnya terapungnya yang sudah jadi. "Ibu, aku butuh cat air warna ultramarine blue. Toko fisik di Banjarmasin jarang yang punya stok lengkap. Boleh checkout ya?" pintanya dengan suara lembut.
Anindya, yang sedang dalam mode darurat skincare, langsung mengangguk tanpa melihat barangnya. "Iya, iya, checkout aja. Pakai metode COD ya, biar adil sama Ayah."
Maryam tersenyum tipis. Rupanya, krisis skincare ibunya justru memberinya lampu hijau instan.
Siang harinya, Anindya sudah berhasil checkout skincare daruratnya. Dia juga menambahkan cat air pesanan Maryam dan beberapa buku edukasi untuk Rayyan. Tak lupa, dia menggunakan semua voucher gratis ongkir dan cashback yang tersedia. Dia memang jago dalam hal efisiensi belanja.
Bagi keluarga Levℛyley, setiap masalah pasti ada solusinya. Dan seringkali, solusi itu bisa ditemukan dengan satu klik tombol "Beli Sekarang" di aplikasi online mereka. Dengan prinsip Islami yang kuat dan sentuhan komedi khas keseharian, keluarga ini terus melaju di atas arus dunia digital Banjarmasin yang dinamis.
