Sejak kejadian memalukan yang berakhir dengan pengakuan konyol Anatasya, hubungan Anatasya dan Lev Ryley memasuki fase yang lebih aneh. Anatasya merasa ada ketegangan yang tidak biasa di antara mereka, tetapi itu bukan ketegangan yang buruk. Itu adalah ketegangan yang membuatnya penasaran. Ia merasa seperti sedang berjalan di tepi tebing, tetapi bukan tebing yang menakutkan, melainkan tebing yang menjanjikan pemandangan indah di bawahnya.
Pagi itu, Anatasya memutuskan untuk kembali ke rutinitasnya. Ia akan menghindari Lev Ryley. Ia akan fokus pada buku, dan melupakan sejenak pria misterius yang entah mengapa, membuat hidupnya menjadi sedikit... menarik.
Ia memulai harinya dengan membersihkan dan menata ulang rak buku. Ia mengambil troli buku, dan mulai menyusun buku-buku yang tidak pada tempatnya. Ia berjalan pelan, menikmati aroma kertas dan debu yang sudah menjadi bagian dari hidupnya.
Saat ia sampai di rak buku filsafat, tempat di mana Lev Ryley sering membaca, ia melihat sebuah buku yang tergeletak di lantai. Buku itu tebal dan berwarna cokelat, sama seperti buku yang dibaca Lev Ryley saat pertama kali mereka bertatap muka.
Anatasya mengambil buku itu. Ia melihat judulnya, "The Republic" karya Plato. Ia membuka buku itu, dan di dalamnya, ia menemukan sesuatu yang aneh. Sebuah post-it kecil terselip di halaman tengah.
Anatasya membuka post-it itu, dan ia membaca tulisan yang rapi di atasnya: "Di mana manusia bisa menemukan kebenaran, jika bukan di dalam pikiran dan hati?".
Anatasya merasa bingung. Ia membaca tulisan itu lagi, mencoba memahami artinya. Apakah ini semacam petunjuk? Apakah ini petunjuk dari Lev Ryley?
Anatasya melihat ke arah Lev Ryley. Pria itu masih duduk di kursinya, membaca buku lain. Anatasya merasa gelisah. Ia merasa seperti sedang berada di dalam film thriller, di mana setiap petunjuk bisa membawanya pada bahaya.
Ia memutuskan untuk mengabaikan petunjuk itu. Ia meletakkan post-it itu kembali ke dalam buku, lalu meletakkan buku itu kembali ke raknya. Ia mencoba untuk bersikap normal, tetapi pikirannya terus memikirkan tulisan itu. "Di mana manusia bisa menemukan kebenaran, jika bukan di dalam pikiran dan hati?"
Apa maksudnya? Apakah ini semacam kode?
Anatasya kembali ke mejanya, mencoba untuk fokus pada pekerjaannya. Tetapi ia tidak bisa. Pikirannya terus melayang ke arah Lev Ryley. Ia merasa penasaran. Ia merasa seperti ada sesuatu yang tersembunyi di balik ketenangan Lev.
Ia memutuskan untuk kembali ke rak buku filsafat. Ia mengambil buku "The Republic" lagi, dan membuka halaman di mana post-it itu terselip. Ia membaca kalimat yang ada di halaman itu.
"Buku ini... apa ada yang aneh?"
Suara Gunilla terdengar dari belakang Anatasya, membuatnya terkejut. Anatasya buru-buru menyembunyikan buku itu di belakangnya. "Tidak ada," kata Anatasya, dengan nada yang dibuat-buat tenang.
"Kamu terlihat gelisah," kata Gunilla, dengan pandangan menyelidik. "Apa yang terjadi?"
"Tidak ada," kata Anatasya, mencoba tersenyum. "Aku hanya... sedang membaca buku."
Gunilla menghela napas. "Anatasya, aku tahu ada sesuatu yang terjadi. Apa ini tentang pria itu?"
Anatasya terkejut. "Pria... pria yang mana?"
"Pria di Sudut Rak," kata Gunilla. "Aku melihatnya membantumu kemarin. Dan kau terlihat seperti sedang berusaha untuk tidak menatapnya."
Anatasya merasa malu. "Aku... aku tidak tahu apa yang kau bicarakan."
Gunilla tersenyum. "Anatasya, aku sudah bekerja di sini selama tiga puluh tahun. Aku tahu segalanya. Pria itu tampan. Dan kau... kau juga."
Anatasya merasa wajahnya memerah. "Gunilla! Apa yang kau katakan?"
"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya," kata Gunilla. "Jika kau tertarik padanya, jangan takut untuk bertindak. Hidup ini terlalu singkat untuk membiarkan kesempatan berlalu."
Anatasya tidak tahu harus menjawab apa. Ia merasa seperti Gunilla tahu segalanya, bahkan hal-hal yang ia sendiri tidak tahu.
Gunilla pergi, meninggalkan Anatasya sendirian. Anatasya melihat ke arah Lev Ryley. Pria itu masih membaca, tetapi Anatasya merasa ada tatapan yang mengarah padanya. Ia merasa seperti ia sedang diawasi.
Anatasya kembali ke mejanya, merasa bingung. Apakah ia harus mengikuti petunjuk itu? Apakah ia harus mencoba mencari tahu lebih banyak tentang Lev Ryley?
Ia mengambil keputusan. Ia akan mencari tahu. Ia akan membaca buku "The Republic", dan mencoba memahami petunjuk yang ditinggalkan Lev. Ia merasa ini seperti permainan, dan ia tidak bisa berhenti.
Ia mengambil buku itu, dan mulai membacanya. Ia tidak tahu apa yang akan ia temukan, tetapi ia merasa siap. Hidupnya, yang dulu tenang dan teratur, kini menjadi petualangan yang tak terduga. Dan ia tidak bisa berhenti.
