Setelah mengalahkan Beruang Hitam dan membubarkan Pemberontak Utara, tim Lev dihormati sebagai pahlawan. Mereka melanjutkan perjalanan mereka, mengalahkan monster-monster yang lebih kuat, dan naik level dengan stabil. Mereka belajar lebih banyak tentang kekuatan kerja sama, menguasai kombinasi serangan, dan mengintegrasikan kemampuan masing-masing anggota tim dengan sempurna.
Pada suatu titik, mereka mencapai gunung es tertinggi di Siberia, tempat yang dikenal sebagai 'Puncak Dunia'. Di puncak ini, mereka menemukan monster terakhir, seorang Leviathan es raksasa, monster terkuat di dunia ini.
"Ini yang terakhir," kata Lev, matanya tajam. "Jika kita bisa mengalahkan ini, kita bisa mencapai level 200."
Pertarungan melawan Leviathan es adalah pertarungan terberat yang pernah mereka lakukan. Monster itu bisa menghasilkan badai es dan menciptakan gunung es dari udara. Tetapi mereka tidak gentar. Mereka telah menghadapi banyak tantangan, dan mereka telah belajar banyak hal.
Dengan kekuatan kerja sama mereka, mereka menyerang Leviathan es. Lev, dengan pedangnya, menyerang kaki monster itu. Andriy, dengan panahnya, menyerang mata monster itu. Anatasya, dengan kecepatan penuh, menyerang titik-titik lemah monster itu. Cindy, dengan perisainya, melindungi tim dari serangan es monster itu. Dan Vania, dengan strateginya, memandu mereka.
Akhirnya, dengan serangan terakhir yang dikombinasikan, mereka berhasil mengalahkan Leviathan es. Monster itu roboh, dan pesan terakhir muncul di hadapan mereka.
"SELAMAT! ANDA TELAH MENGALAHKAN LEVIATHAN ES! SELAMAT DATANG DI LEVEL 200!"
Semua anggota tim mencapai level 200. Mereka saling berpandangan, dengan senyum puas di wajah mereka. Mereka telah mencapai tujuan mereka, tetapi mereka tahu bahwa petualangan mereka belum berakhir. Mereka akan terus menjelajahi dunia ini, melindungi dunia ini, dan memastikan bahwa tidak ada lagi orang yang harus berkorban untuk mencapai tujuan mereka
Legenda Arktik
Bertahun-tahun berlalu. Nama Lev Ryley, Andriy, Cindy, Vania Larasati, dan Anatasya menjadi legenda di seluruh dunia. Mereka menjadi pahlawan yang tidak hanya mengalahkan monster terkuat, tetapi juga mengubah sistem, dari sistem yang brutal menjadi sistem yang berfokus pada kerja sama.
Kisah mereka menjadi inspirasi bagi banyak tim lain. Mereka menjadi contoh bahwa kekuatan sejati tidak datang dari sihir atau kekuatan individu, tetapi dari ikatan persahabatan, kepercayaan, dan kerja sama.
Di Siberia, di pondok kayu yang menjadi saksi bisu petualangan mereka, Lev dan teman-temannya duduk di depan api unggun. Mereka tidak lagi muda, tetapi mata mereka masih bersinar, penuh dengan kenangan petualangan mereka.
"Kita sudah sampai sejauh ini," kata Cindy, memandangi api.
"Dan masih banyak lagi yang harus kita lakukan," jawab Lev, tersenyum.
Andriy mengangguk. "Dunia ini masih perlu kita."
Vania, dengan rambutnya yang sudah memutih, tersenyum.
"Ya. Dan kita punya banyak cerita untuk diceritakan."
Anatasya hanya tersenyum, diam, tetapi matanya berbicara banyak. Mereka berlima, tim yang memulai dari bawah, kini menjadi legenda. Dan di dunia tanpa sihir ini, di mana kekuatan datang dari baja, darah, dan ikatan yang tak terpisahkan, mereka telah membuktikan bahwa legenda tidak hanya ada dalam dongeng, tetapi juga bisa diciptakan.
