Setelah pertempuran di kantor Argus, intensitas latihan di Arcanum meningkat drastis. Para siswa, termasuk Lev, Vania, dan Anatasya, menghabiskan lebih banyak waktu di lapangan latihan, mengasah keterampilan mereka. Argus menyadari bahwa pertempuran melawan Sombra yang lebih kuat akan segera tiba, dan para pewaris elemen harus siap.
Kael, instruktur elemen bumi, kini lebih fokus pada Lev. Ia melihat potensi besar dalam diri Lev, yang tersembunyi di balik keraguannya. Kael membawa Lev ke hutan terlarang di perbatasan Arcanum, sebuah tempat yang dipenuhi dengan vegetasi lebat dan bebatuan besar.
"Di sini, kau akan menemukan kekuatanmu yang sebenarnya," kata Kael. "Di sini, kau tidak akan terdistraksi oleh kekuatan lain. Di sini, kau akan menjadi bagian dari bumi."
Lev memulai pelatihannya. Kael mengajarinya untuk merasakan energi di bawah tanah, untuk berkomunikasi dengan bumi. Kael mengajarinya untuk menggunakan elemen buminya tidak hanya untuk menyerang, tetapi juga untuk melindungi, untuk menciptakan, dan untuk menstabilkan. Lev belajar untuk menciptakan lubang jebakan yang dalam, untuk menciptakan dinding batu yang kokoh, dan untuk menggerakkan batu-batu besar hanya dengan sentuhan.
Di sisi lain, Vania dan Anatasya juga berlatih keras. Vania, di lapangan terbuka, berlatih mengendalikan api. Ia belajar untuk membuat api yang tidak hanya membakar, tetapi juga bisa melindungi. Ia belajar untuk membuat api yang bisa menembus bayangan, dan ia belajar untuk membuat api yang bisa membekukan.
Anatasya, di danau Arcanum, berlatih mengendalikan air. Ia belajar untuk membuat air yang tidak hanya mengalir, tetapi juga bisa menjadi senjata yang mematikan. Ia belajar untuk membuat air yang bisa menembus pertahanan, dan ia belajar untuk membuat air yang bisa menyembuhkan.
Lev, Vania, dan Anatasya sering berlatih bersama. Mereka menggabungkan kekuatan mereka, menciptakan serangan-serangan yang lebih kuat. Vania akan menggunakan apinya untuk menciptakan panas, Anatasya akan menggunakan airnya untuk menciptakan uap, dan Lev akan menggunakan elemen buminya untuk menciptakan gempa. Serangan-serangan mereka sangat kuat, dan mereka tahu bahwa mereka akan bisa mengalahkan Sombra jika mereka bekerja sama.
Namun, di tengah-tengah semua pelatihan itu, Lev masih merasa ada sesuatu yang kurang. Ia masih memikirkan tentang Elara dan kekuatan es. Ia tahu bahwa kekuatan es adalah kekuatan yang berbahaya, tetapi ia juga tahu bahwa kekuatan itu bisa digunakan untuk kebaikan. Ia merasa bahwa ia harus mencari tahu lebih banyak tentang Elara dan kekuatan esnya.
Suatu malam, Lev memutuskan untuk kembali ke perpustakaan. Ia ingin mencari buku-buku tentang Elara, tetapi ia tidak menemukan apa pun. Ia merasa ada sesuatu yang disembunyikan.
Bab ini diakhiri dengan Lev memutuskan untuk mencari tahu lebih banyak tentang Elara. Ia tahu bahwa ia harus berhati-hati, tetapi ia juga tahu bahwa ia harus menemukan jawaban. Ia tahu bahwa Elara adalah kunci untuk mengalahkan Sombra. Namun, di balik semua itu, Lev menyadari bahwa ia harus berhati-hati. Karena di balik kekuatan es, ada kegelapan yang lebih dalam.
