Dengan kekuatan yang baru, Kael kembali ke wilayah Mortii. Ia bergerak cepat, namun hati-hati, mengikuti gema jiwanya. Gema itu tidak lagi menunjukkan kegelapan, melainkan arah yang samar, seolah-olah menunjukkan jalan menuju Lyra dan Brokk. Kael merasa lega. Itu artinya mereka masih hidup. Ia tahu ia harus menyelamatkan mereka, bukan karena tugas, tetapi karena mereka adalah teman-temannya.
Saat ia mendekati gua tempat ia meninggalkan mereka, Kael merasakan aura kegelapan yang sangat kuat, jauh lebih kuat daripada sebelumnya. Ia tahu Malakor sedang menggunakan kekuatan Heart of the Sanctuary dan jiwa Elara untuk menyebarkan kegelapan. Ia harus cepat.
Kael memasuki gua, dan menemukan Lyra dan Brokk masih terikat oleh sihir Mortii, tetapi mereka tidak terluka. Mereka melihat Kael dengan tatapan yang penuh harapan. Lyra tersenyum kecil. "Kau kembali," katanya, suaranya lemah.
"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu," jawab Kael.
Kael mengeluarkan kartu-kartunya, dan memfokuskan gema jiwanya. Ia tidak lagi menggunakan sihir atau kekuatan fisik, melainkan kekuatan pemaafan. Ia memaafkan Malakor, ia memaafkan Mortii, ia memaafkan semua kebencian yang telah terjadi. Kekuatan itu mengalir dari dirinya, melalui kartu-kartunya, dan menyentuh sihir yang mengikat Lyra dan Brokk. Sihir itu tidak hancur, tetapi perlahan-lahan memudar.
Lyra dan Brokk, yang merasakan energi itu, merasa terkejut. "Apa ini?" tanya Brokk.
"Ini adalah kekuatan pemaafan," jawab Kael. "Ini adalah gema jiwa yang baru."
Setelah sihir itu memudar, Lyra dan Brokk bangkit berdiri. Mereka menatap Kael, penuh dengan kekaguman.
"Aku tidak tahu bagaimana kau melakukannya," kata Lyra. "Tapi aku senang kau melakukannya."
Brokk mengangguk. "Kau adalah pahlawan yang kuat, Kael."
"Kita semua kuat," kata Kael. "Kita kuat karena kita saling memercayai. Kita kuat karena kita bersama."
Kael melihat ke arah altar, di mana Malakor masih berdiri, menyerap kekuatan Heart of the Sanctuary. Kael tahu ia tidak bisa mengalahkannya sendirian.
"Kita harus bekerja sama," kata Kael pada Lyra dan Brokk. "Kita harus menggunakan kekuatan kita, gema kita, untuk menghentikannya."
Lyra dan Brokk mengangguk. Mereka tahu bahwa pertempuran terakhir akan segera dimulai. Mereka tidak lagi takut, karena mereka tidak lagi sendirian. Mereka adalah Human, Fae, dan Neander, bersatu untuk mengakhiri perang yang sudah berlangsung terlalu lama. Mereka berjanji untuk bergerak maju, bersama, untuk sebuah tujuan yang lebih besar dari diri mereka sendiri.
Dapatkan novel fantasi Deck Heroes Legacy dan ikuti petualangan epik Kael dan kawan-kawan setiap minggunya! Jangan lewatkan kisah seru, konflik mendalam, dan intrik antar fraksi yang akan membawa Anda ke dunia yang penuh sihir dan bahaya. [Link Pre-Order / Baca Sekarang].
