Pagi setelah mendapatkan izin dari Argus, ketiga sahabat itu langsung kembali ke kamar Anatasya. Buku catatan Elara diletakkan di tengah meja, terhampar di bawah cahaya lampu yang redup. Mereka tahu petunjuk untuk menemukan kristal es ada di dalamnya, tetapi bahasa yang digunakan Elara kuno dan penuh teka-teki.
"Ditempa dari salju abadi, di mana langit dan bumi bertemu," baca Anatasya, jemarinya menelusuri tulisan tangan yang indah namun rapuh. "Di sana, kegelapan terbias, dan kedinginan menjadi suci."
"Itu terlalu puitis," keluh Vania, mengusap wajahnya yang lelah. "Tidak ada peta, tidak ada koordinat?"
"Tidak semudah itu," jawab Anatasya, sambil terus menganalisis setiap kata. "Elemen es Elara adalah bagian dari kegelapan. Dia tidak akan menulis petunjuk yang jelas karena Sombra pasti bisa membacanya."
Lev, dengan elemen buminya, menyentuh buku itu. Ia mencoba merasakan energi di baliknya, berharap bisa mendapatkan pencerahan. Namun, yang ia rasakan hanyalah sisa-sisa kesedihan dan penyesalan yang mendalam. Itu bukan petunjuk, melainkan emosi.
"Mungkin kita harus memecahkan teka-teki ini," kata Lev, suaranya dipenuhi tekad. "Salju abadi... itu bisa jadi pegunungan es. Di mana langit dan bumi bertemu... itu bisa jadi puncak gunung."
"Ide bagus, Lev," puji Anatasya. "Mungkin ada gunung es yang memiliki legenda serupa."
Mereka kemudian menggunakan buku-buku kuno lain yang ada di perpustakaan Arcanum untuk mencari informasi tentang pegunungan es. Mereka menemukan sebuah legenda tentang Gunung Es Abadi, sebuah pegunungan yang tersembunyi di utara Arcanum. Dikatakan bahwa pegunungan itu selalu diselimuti salju dan es, dan tidak ada yang pernah kembali dari sana.
"Kita harus pergi ke sana," kata Lev.
"Tapi itu berbahaya," kata Vania. "Tidak ada yang pernah kembali dari sana."
"Kita harus mencobanya," kata Lev. "Ini satu-satunya cara untuk menemukan kristal es dan membebaskan Elara."
Mereka sepakat. Mereka akan pergi ke Gunung Es Abadi. Mereka tahu ini adalah misi yang sangat sulit, tetapi mereka juga tahu bahwa mereka harus melakukannya. Mereka adalah satu-satunya harapan untuk Arcanum dan dunia manusia.
Sebelum berangkat, mereka kembali menemui Argus. Argus memberikan mereka peta kuno dan beberapa petunjuk tambahan. "Perjalanan kalian akan sulit," katanya, "tetapi aku percaya pada kalian. Kalian adalah tim yang kuat."
Bab ini diakhiri dengan Lev, Vania, dan Anatasya yang memulai perjalanan menuju Gunung Es Abadi. Mereka tahu bahwa Sombra mungkin sudah mengetahui rencana mereka, dan ia akan mencoba untuk menghentikan mereka. Tetapi, mereka tidak takut. Mereka tahu bahwa mereka saling memiliki, dan mereka saling percaya.
