Pertemuan Andriy dengan Vera bagaikan embusan angin hangat yang menerobos dinginnya musim Chelyabinsk. Kabar tentang keturunan Aleksei Kozlov yang mencari Andriy, dan kalung perak berbentuk daun yang menjadi saksi bisu persahabatan mereka di masa lalu, menyebar dengan cepat di antara komunitas kecil Andriy: Ksenia dan kucing ajaibnya, Ogon.
"Jadi, dia itu keturunan dari sahabatmu ratusan tahun yang lalu?" Ksenia bertanya, matanya membesar karena takjub. "Dan dia memberimu kalung itu? Itu seperti di film-film! Penuh misteri dan kenangan!"
Andriy, yang sedang membantu Ksenia membuat adonan untuk video vlog terbarunya, hanya mengangguk. "Ya, begitulah."
"Tunggu, tunggu!" Ksenia tiba-tiba mematikan kameranya. "Ini ide bagus! Kita harus merekam ini! Cerita tentang seorang elf abadi yang bertemu keturunan sahabatnya yang fana! Ini akan viral! Ini akan menjadi cerita paling mengharukan dan paling banyak dilihat!"
Andriy menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Tidak, Ksenia. Rahasia ini tidak untuk konsumsi publik. Keberadaanku sudah cukup... unik. Jangan membuatnya menjadi bahan tontonan."
Vera, yang duduk di sofa sambil menyesap teh chamomile yang dibuat Andriy, tersenyum. "Ksenia benar-benar bersemangat, ya?"
"Dia selalu begitu," jawab Andriy, dengan nada lelah.
"Ayahku pernah bilang, 'jangan pernah meremehkan semangat manusia muda'," kata Vera. "Kadang-kadang, semangat itu yang membuat hidup mereka begitu berwarna, Andriy. Itu yang membuat mereka hidup, meskipun mereka tahu hidup mereka tidak abadi."
Kata-kata Vera membuat Andriy teringat pada percakapannya dengan pasangan lansia di taman. Ia melihat Ksenia yang kembali merekam, kini merekam Vera yang sedang menjelaskan bagaimana nenek buyutnya bercerita tentang elf yang pernah menjadi teman Aleksei. Vera bercerita dengan bahasa yang penuh kehangatan, seolah ia menceritakan dongeng favoritnya.
Andriy menyaksikan Vera, dan ia melihat kemiripan yang kuat antara Vera dan Aleksei. Bukan hanya wajahnya, tetapi juga semangatnya, kebaikan hatinya, dan keberaniannya. Vera tidak takut pada Andriy. Ia hanya melihat Andriy sebagai orang tua yang kesepian, yang membutuhkan teman.
"Andriy," Vera memanggil, "kau masih ingat pirozhki yang dibuat oleh ibumu? Aku pernah mencoba membuatnya berdasarkan resep yang diceritakan kakekku. Tapi rasanya tidak pernah sama."
Mata Andriy sedikit berkaca-kaca. "Resep itu... itu resep rahasia keluargaku. Ada sedikit sentuhan sihir di dalamnya," bisik Andriy, dan Vera tersenyum.
"Kau bisa mengajari kami?" tanya Vera, antusias.
Andriy mengangguk. Ia mulai mengajari Vera dan Ksenia cara membuat pirozhki kuno, dengan sedikit sentuhan sihir. Ksenia merekam semua itu, tetapi ia mematikan mikrofonnya, karena ia tahu, ini adalah momen yang terlalu sakral untuk dipublikasikan. Ini adalah momen antara Andriy, Vera, dan Ksenia. Momen tentang persahabatan, kenangan, dan harapan.
Saat pirozhki itu matang, aroma buah-buahan yang langka memenuhi seluruh toko buku. Vera mencicipinya, dan air mata mengalir di pipinya. "Rasanya... rasanya seperti yang diceritakan kakekku," bisik Vera. "Ini sama persis."
Andriy tersenyum, dan untuk pertama kalinya, ia merasa bahwa ia tidak sendirian. Ia punya Ksenia, yang selalu ada untuknya. Ia punya Vera, yang mengingatkannya pada Aleksei. Dan ia punya Kolya, yang meskipun sakit, tetap mengirimkan salam dan teh chamomile.
Malam itu, Andriy, Vera, dan Ksenia duduk bersama, makan pirozhki dan minum teh chamomile. Ogon duduk di pangkuan Vera, mencuri sisa pirozhki dari piring Vera. Tawa dan cerita memenuhi toko buku yang biasanya sunyi.
Andriy melihat Vera dan Ksenia, dua wanita muda yang berbeda, namun keduanya membawa semangat yang sama. Mereka adalah manusia, yang hidupnya singkat, namun mereka memiliki keberanian untuk hidup sepenuhnya.
Andriy menyadari, keabadiannya tidak harus membuatnya terisolasi. Ia bisa menggunakan keabadiannya untuk menjadi saksi, untuk menjaga cerita-cerita yang berharga, dan untuk menjalin persahabatan yang baru. Meskipun persahabatan itu tidak abadi, tetapi kenangan yang tercipta akan tetap hidup.
Malam itu, Andriy tidur dengan tenang. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang sangat lama, ia tidak bermimpi buruk tentang masa lalu. Ia bermimpi tentang teh chamomile, pirozhki, dan tawa Vera dan Ksenia. Ia bermimpi tentang masa depan, yang tidak lagi terasa menakutkan. Ia tahu, babak baru dalam hidupnya, yang penuh dengan cinta dan persahabatan, baru saja dimulai. Dan ia akan menjalani setiap momennya, dengan penuh semangat, sama seperti Vera dan Ksenia.
