Simak kisah pilu Lev Ryley melepaskan Vania Larasati di Banjarbaru. Sebuah novel Islami tentang kanker dan keikhlasan.
"Bagaimana cara melepaskan seseorang yang sudah menjadi bagian dari doa-doa di setiap sujudmu?"
Di jantung Kota Banjarbaru yang tenang, sebuah kisah cinta yang tumbuh di atas landasan iman harus berhadapan dengan tembok raksasa bernama takdir. Lev Ryley, seorang mahasiswa yang memegang teguh prinsip agamanya, menemukan belahan jiwanya pada sosok Vania Larasati. Keduanya adalah representasi masa depan yang cerah; muda, cerdas, dan baru saja menginjak usia 20 tahun—usia di mana mimpi-mimpi mulai dirajut dan janji pernikahan mulai dibicarakan dengan restu orang tua.
Namun, langit Banjarbaru seolah berubah mendung ketika sebuah vonis medis menjatuhkan harapan mereka ke titik nadir. Vania didiagnosis menderita Kanker (Leukemia) stadium lanjut yang merayap cepat, menggerogoti tubuhnya yang mungil di saat mereka sedang merencanakan masa depan indah di bawah naungan ridha Ilahi.
Novel ini mengikuti perjalanan satu tahun yang paling menyakitkan sekaligus paling indah dalam hidup Lev. Dari koridor sunyi RSUD Idaman hingga hembusan angin di perbukitan Banjarbaru, Lev menyaksikan bagaimana kekasihnya berjuang melawan rasa sakit yang tak terperikan tanpa pernah melepaskan tasbih dari jemarinya. Vania mengajarkan Lev bahwa cinta sejati bukan hanya tentang memiliki, melainkan tentang mengantar pasangan ke gerbang surga dengan keikhlasan yang sempurna.
Puncaknya terjadi pada 20 Oktober 2015, sebuah hari yang mengubah hidup Lev selamanya. Di tengah lantunan ayat suci Al-Qur'an dan aroma tanah Kalimantan yang basah oleh hujan, Vania pulang ke haribaan Sang Pencipta, meninggalkan Lev dengan luka yang enggan sembuh namun iman yang kian mengakar kuat.
Kini, di tahun 2026, sebelas tahun setelah kepergian Vania, Lev Ryley masih berdiri di antara barisan nisan, membuktikan bahwa meski maut telah memisahkan raga, cinta yang dibangun karena Allah tidak akan pernah menemui titik akhir. Ia kini menuliskan kembali setiap detak jantung Vania, setiap air mata yang tumpah di atas sajadah, agar dunia tahu bahwa ada cinta yang lebih kuat daripada kanker: Cinta yang berserah pada ketetapan Allah.
Tema Utama: Cinta Islami, Kesabaran menghadapi Ujian Kanker, Keikhlasan dalam Kehilangan.
Target Pembaca: Remaja, Dewasa Muda, Pecinta Novel Religi, dan siapa saja yang sedang mencari inspirasi tentang keteguhan hati.
Thank you!
