Pagi di awal tahun 2026 di perumahan Griya Asri terasa lebih sibuk dari biasanya. Muhammad Hifni, seorang PNS di kantor pemerintahan daerah, sedang bergelut dengan kerah seragam cokelatnya yang sedikit menyempit—efek samping terlalu banyak makan nasi kebuli di acara syukuran kantor kemarin.
"Bun, lihat pin Korpri Ayah nggak?" teriak Hifni dari kamar, suaranya sedikit teredam lemari pakaian.
Rina Rufida, istrinya, sedang di dapur menyiapkan sarapan sambil sesekali mengoreksi pelafalan bahasa Inggris putrinya. "It’s on the buffet, Yah! Dekat vas bunga. Please, be quick, nanti telat absen fingerprint lho," jawab Rina dengan logat guru Bahasa Inggris-nya yang kental.
Di meja makan, Khalisah Salsabilla duduk manis sambil memegang sendok. Gadis kecil itu tampak bersemangat. "Bun, kalau Khalisah ulang tahun bulan depan, berarti Khalisah sudah enam tahun ya? Sudah besar, boleh punya kucing beneran?"
Rina tersenyum tipis, melirik kalender yang menunjukkan bulan Januari 2026. "Iya, Salsa my dear. Bulan Februari nanti Khalisah enam tahun. Tapi syaratnya harus rajin belajar puasa nanti di bulan Ramadhan, okay?"
Khalisah mengangguk mantap, meski dia belum membayangkan bagaimana rasanya menahan lapar sambil mengejar-ngejar kucing di lapangan.
Ketenangan pagi itu pecah saat sebuah truk pindahan berhenti tepat di depan rumah sebelah yang sudah kosong selama enam bulan. Hifni, yang akhirnya menemukan pin Korpri-nya, keluar ke teras untuk berangkat kantor. Ia berpapasan dengan seorang pria yang tampak seumuran dengannya, sedang menginstruksikan kuli angkut.
"Pindah, Mas?" sapa Hifni formal, khas birokrat.
"Iya, Pak. Saya drg. Gunawan, suami Dina," jawab pria itu ramah.
Tak lama, seorang wanita anggun keluar dari mobil operasional sebuah klinik gigi. Dialah drg. Dina Yulianti. Di sampingnya, seorang anak perempuan sebaya Khalisah turun sambil menggendong tas ransel transparan berisi seekor kucing Persia putih yang sangat cantik.
"Naura Salsabilla, ayo turun sayang, bantu Bunda bawa tas kecil," panggil Dina.
Hifni yang sedang mengunci pagar mendadak mematung. Salsabilla? batinnya. Nama belakangnya persis seperti anaknya. Ia melirik Rina yang juga sudah berdiri di ambang pintu dengan daster batik dan celemeknya.
"Salsabilla juga?" gumam Rina pelan, alisnya terangkat satu.
Khalisah yang mendengar kata "Salsabilla" langsung berlari ke pagar. Namun, matanya bukan tertuju pada anak baru itu, melainkan pada makhluk berbulu di dalam tas transparan.
"Kucing!" teriak Khalisah kegirangan. "Ayah, lihat! Teman baru Khalisah bawa kucing!"
Di seberang pagar, Naura Salsabilla menoleh. Ia memeluk tas kucingnya lebih erat, menatap Khalisah dengan ragu. Pertemuan pertama dua Salsabilla itu dimulai bukan dengan jabat tangan, melainkan dengan tatapan iri Khalisah pada bulu putih Snowy dan tatapan protektif Naura pada peliharaannya.
Hifni berdehem, mencoba mencairkan suasana yang tiba-tiba terasa canggung. "Oh, namanya Naura Salsabilla ya? Mirip nama anak saya, Khalisah Salsabilla."
Dina tersenyum ramah, namun ada kilat jenaka di matanya. "Oh ya? Wah, sepertinya Salsabilla memang nama favorit orang tua angkatan kita ya, Pak Hifni?"
Hifni hanya bisa tersenyum kaku, sementara pikirannya melayang pada urusan absensi kantor yang mulai terancam merah. Hari itu, di bawah langit Januari 2026, persaingan dan persahabatan antara dua keluarga Salsabilla resmi dimulai.
Informasi Terkait:
Untuk pendaftaran sekolah anak usia 6 tahun di tahun ajaran mendatang, Anda dapat memantau informasi di Portal Layanan Pendidikan Kemendikbud.
Ingin tahu lebih banyak tentang jenis kucing yang cocok untuk anak usia 6 tahun? Simak ulasannya di Cat Fanciers' Association.
