Kado Lebaran Anak Muslim: Kisah Fajar, Fatimah, dan Indahnya Berbagi di Hari Raya
Ramadan hampir berakhir. Hari Raya Idul Fitri sudah di depan mata. Fajar dan Fatimah sangat gembira. Selain akan merayakan kemenangan setelah sebulan berpuasa, mereka juga akan mendapatkan baju baru dari Ayah dan Ibu.
"Lihat, Kak! Baju baruku warna hijau!" seru Fajar sambil memamerkan baju koko barunya.
"Punya Kakak juga cantik, warna ungu," kata Fatimah.
Di tengah kebahagiaan itu, Fajar teringat akan Rizal dan Budi. "Kak, bagaimana dengan Rizal dan Budi? Mereka juga dapat baju baru, tidak?" tanyanya.
Fatimah tidak tahu. Ia hanya tersenyum. "Pasti mereka juga senang, Jar."
Tiba-tiba, Fatimah mendapat ide. Ia dan Fajar memiliki uang tabungan dari hasil membantu Ibu di dapur selama Ramadan. Uang itu rencananya akan mereka gunakan untuk membeli mainan baru setelah lebaran. Tapi Fatimah merasa ada yang lebih penting.
"Jar, bagaimana kalau kita belikan kado lebaran untuk Rizal dan Budi?" usul Fatimah. "Kita kan sudah punya baju baru."
Fajar berpikir sejenak. Ia melihat mobil-mobilan barunya. Ia juga ingin membeli mainan baru. Tapi ia juga ingat kebaikan Rizal dan Budi saat membantu membangunkan sahur dan bermain bersama. Ia mengangguk setuju.
"Ayo, Kak! Kita beli kado untuk mereka," seru Fajar, semangatnya kembali membara.
Sore itu, Fajar dan Fatimah pergi ke toko buku di dekat rumah. Dengan uang tabungan mereka, Fajar membeli buku cerita Islami untuk Rizal. Buku itu menceritakan tentang kisah nabi. Fatimah membeli pensil warna dan buku gambar untuk Budi, yang sangat suka menggambar.
Mereka membungkus kado itu dengan kertas kado yang lucu. Fajar menggambar masjid kecil di atas bungkus kado Rizal, dan Fatimah menggambar bunga di bungkus kado Budi.
Di malam takbiran, setelah salat di masjid, Fajar dan Fatimah memberikan kado itu kepada Rizal dan Budi. Rizal dan Budi terkejut, tapi juga sangat senang.
"Wah, buku cerita! Terima kasih, Fajar!" seru Rizal.
"Pensil warna baru! Terima kasih, Fatimah!" kata Budi dengan wajah berseri-seri.
Mereka merasa sangat gembira. Fajar dan Fatimah merasa lebih bahagia melihat teman-teman mereka senang daripada memiliki mainan baru untuk diri sendiri.
Malam itu, di tengah alunan takbir yang berkumandang, hati Fajar dan Fatimah merasa tenang. Mereka belajar bahwa kebahagiaan yang sesungguhnya adalah kebahagiaan yang dibagi. Memberi kado kepada teman bukan hanya tentang berbagi barang, tapi juga berbagi kasih sayang.
Fajar dan Fatimah tidur dengan nyenyak, siap menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan hati yang bersih dan penuh suka cita. Mereka tahu, Ramadan tahun ini telah mengajarkan mereka banyak hal, dan salah satunya adalah indahnya berbagi kebahagiaan di hari kemenangan.
