Keesokan harinya, Andriy, ditemani Vera dan Ksenia, memutuskan untuk menjenguk Kolya. Ksenia membawa tas berisi berbagai macam pirozhki yang telah mereka buat semalam, sementara Vera membawa sebotol vodka Rusia yang ia klaim berasal dari resep keluarga yang sudah berusia seabad. Andriy sendiri hanya membawa setangkai bunga chamomile kering yang diambil dari etalase toko bunganya, sebuah bunga yang ia tanam sendiri dan ia keringkan selama beberapa hari.
"Andriy," Vera memanggil, "kau tidak membawa sesuatu yang lebih... modern? Kakek Nikolai mungkin tidak tahu apa itu bunga chamomile."
Andriy hanya tersenyum. "Kau tidak tahu apa yang kau bicarakan, Vera. Bunga chamomile ini adalah bunga yang dulunya sering ditanam oleh ibuku. Baunya menenangkan dan memberikan kehangatan."
"Kau tahu 'kan, Andriy? Kolya sangat menyukai teh chamomile," Ksenia menyahut. "Mungkin bunga chamomile kering itu akan membuatnya merasa lebih baik."
Saat mereka sampai di rumah Kolya, mereka melihat sebuah pemandangan yang tak terduga. Di halaman rumah Kolya, ada sebuah pohon rindang yang telah berumur puluhan tahun. Di atas pohon itu, Ogon, si kucing oranye gemuk, duduk tenang, menjilati bulu-bulunya. Andriy memandangi pohon itu, dan ia merasa ada sesuatu yang aneh.
"Ogon!" seru Ksenia, "apa yang kau lakukan di atas pohon itu?"
Ogon mengeong, seolah-olah mengerti.
"Itu pohon yang ditanam oleh kakekku," kata Vera, "dia menanam pohon itu saat ia masih muda, sebelum dia menikahi nenekku."
Andriy menyentuh pohon itu. Ia merasakan energi sihir yang mengalir di dalamnya. Pohon itu adalah pohon yang istimewa. Andriy merasa seperti ia telah menemukan sebuah rahasia.
"Pohon ini... ini bukan pohon biasa," kata Andriy, dengan suara yang lebih dalam. "Ini pohon yang telah hidup selama ratusan tahun. Mungkin lebih tua dari Chelyabinsk."
"Kau bercanda, Andriy?" Vera bertanya. "Ini hanya pohon biasa."
"Aku tidak bercanda," jawab Andriy. "Aku tahu pohon itu. Aku mengenalnya."
Andriy kembali menyentuh pohon itu, dan ia merasakan energi pohon itu mengalir ke dalam dirinya. Pohon itu adalah salah satu dari sedikit sisa-sisa hutan purba yang pernah ada di Chelyabinsk. Pohon itu adalah saksi bisu dari masa lalu, dan ia telah melihat banyak hal.
"Lihat, Ogon tidak akan turun dari pohon itu," Ksenia mengamati. "Mungkin dia merasakan sesuatu yang spesial di pohon itu."
Andriy tersenyum. "Mungkin."
Mereka akhirnya masuk ke dalam rumah Kolya. Kolya, yang terbaring di ranjang, terlihat lemah, tetapi matanya masih bersinar dengan kebaikan.
"Andriy," Kolya berbisik, suaranya parau. "Kau datang. Vera dan Ksenia juga."
"Tentu saja, Kolya," Andriy menjawab. "Bagaimana kabarmu?"
"Aku baik-baik saja," jawab Kolya, "hanya sedikit lelah. Tapi teh chamomilemu... itu akan membantuku."
Ksenia mengambil secangkir teh chamomile dan memberikannya kepada Kolya. Kolya meminumnya, dan ia tersenyum. "Sama seperti yang dulu. Aku masih belum terbiasa dengan rasanya."
Mereka duduk bersama Kolya, bercerita tentang hal-hal lucu yang terjadi di toko buku. Ksenia menceritakan tentang Ogon yang mencuri ikan sarden, dan Kolya tertawa. Vera menceritakan tentang kenangan Aleksei, dan Kolya tersenyum. Andriy menceritakan tentang bunga chamomile keringnya, dan Kolya mengangguk.
Malam itu, mereka menghabiskan waktu bersama Kolya, berbagi cerita, tawa, dan kehangatan. Andriy melihat kebersamaan itu, dan ia merasa bahwa keabadiannya tidaklah sepi. Ia memiliki teman, dan ia memiliki kenangan. Ia menyadari, bahwa meskipun perpisahan akan datang, kenangan dan persahabatan yang ia jalin akan tetap hidup.
Saat mereka akan pergi, Kolya memanggil Andriy. "Andriy," katanya, "Kau tidak sendirian. Kau tidak pernah sendirian."
Andriy menatap Kolya, dan ia merasa air mata mengalir di pipinya. Ia memeluk Kolya dengan erat, dan ia merasa seperti memeluk Pyotr kembali.
"Aku tahu, Kolya," bisik Andriy. "Aku tahu."
Andriy meninggalkan rumah Kolya dengan perasaan yang campur aduk. Ada kesedihan, tapi juga ada harapan. Ia melihat Ogon masih di atas pohon rindang, seolah-olah Ogon sedang menjaga pohon itu, dan menjaga kenangan.
Ia tahu, babak baru dalam hidupnya telah dimulai. Babak yang penuh dengan persahabatan, teh chamomile, pirozhki kuno, dan seorang wanita muda yang mengingatkannya pada masa lalu yang penuh dengan cinta. Dan ia akan menjalani setiap momennya, dengan penuh semangat, sama seperti Vera dan Ksenia. Ia akan menikmati setiap momen, dan ia akan mengubur kesedihannya di dalam hatinya, dan menyimpannya sebagai sebuah kenangan indah.
