Mengapa Zahra ingin tertidur dan tak bangun lagi? Ikuti kisah Zahra Al-Maliha dalam novel Islami paling menyentuh tahun 2026. Berlatar di Perth, Australia, sebuah perjalanan slice of life tentang depresi, kehilangan, dan menemukan kembali cahaya Allah di ujung Swan River. Baca 15 bab lengkap di sini.
Judul Novel: Hembusan Napas Terakhir di Kings Park
Sinopsis Utama
Zahra Al-Maliha datang ke Perth, Australia, membawa luka yang tidak berdarah namun sangat dalam. Di tengah hiruk pikuk St. Georges Terrace dan tenangnya hembusan angin dari Samudera Hindia, Zahra merasa jiwanya perlahan mati. Kehilangan sosok penopang hidup di Jakarta membuatnya merasa bahwa Allah sedang menghukumnya.
Setiap malam, di balik jendela apartemennya yang menghadap ke Swan River, ia selalu membisikkan doa yang sama: "Ya Rabb, aku sangat lelah. Jika esok tak ada lagi alasan untuk tersenyum, buatlah aku tertidur malam ini dan jangan bangunkan aku lagi untuk selamanya." Sebuah perjalanan slice of life yang sangat menyentuh tentang perjuangan antara keputusasaan dan iman.
Nama Zahra berarti "bunga yang mekar/berkilau", namun ironisnya dalam cerita ini ia merasa layu. Al-Maliha berarti "yang memiliki kecantikan/kebalikan dari rasa hambar", namun ia justru merasa hidupnya tawar.
Genre: Islami, Slice of Life, Melankolis
Tema: Keputusasaan, Harapan, dan Pulang ke Pelukan Sang Pencipta.
