Ikuti keseruan keluarga Lev Ryley dan Anindya Putri menyambut Ramadhan 2026 di Banjarmasin. Mulai dari drama paket belanja online, tips puasa untuk anak, hingga aksi lucu kucing-kucing kesayangan mereka saat tarawih. Kisah inspiratif yang hangat, lucu, dan penuh makna!
Sinopsis: Ramadhan di Kota Seribu Sungai
Di jantung Kota Banjarmasin yang dialiri sungai-sungai tenang, kehidupan keluarga Lev Ryley justru jauh dari kata tenang saat hilal Ramadhan 2026 mulai tampak. Lev, seorang praktisi IT yang lebih akrab dengan kode komputer daripada kode belanja, harus menghadapi ujian kesabaran ekstra saat rumahnya berubah menjadi "gudang transit" kurir ekspedisi. Sang istri, Anindya Putri, seorang influencer belanja online lokal, percaya bahwa ibadah yang maksimal harus didukung oleh perlengkapan yang maksimal pula—meskipun itu berarti memesan lima jenis mukena berbeda untuk tiga puluh hari tarawih.
Di tengah hiruk-pikuk paket yang datang silih berganti, keempat anak mereka membawa warna tersendiri dalam menjalani bulan suci:
Aisyah Humaira, mahasiswi ULM yang pragmatis, berusaha menjaga kewarasan anggaran keluarga dan mengatur manajemen takjil agar tidak berakhir menjadi tumpukan sampah makanan.
Maryam Safiya, si seniman, menemukan kedamaian dengan menggambar sketsa sudut-sudut masjid tua di Banjarmasin dan mengoleksi barang antik yang ia temukan di toko daring.
Ghina Qalbi, remaja SMP yang lincah, sibuk mendokumentasikan setiap momen "kegagalan" sahur dan keseruan ngabuburit di Siring Menara Pandang untuk konten media sosialnya.
Rayyan Zuhayr, si bungsu yang polos, menjalani tahun pertamanya belajar puasa penuh dengan motivasi sederhana: buku cerita Islami baru dan janji bermain bersama Muezza, kucing oranye kesayangan keluarga yang seringkali ikut "itikaaf" di atas sajadah.
Namun, Ramadhan bukan sekadar tentang drama paket yang tertukar atau lezatnya Wadai Bingka saat berbuka. Ketika sebuah masalah besar melanda komunitas lokal di sekitar tempat tinggal mereka, keluarga Lev Ryley harus belajar bahwa inti dari puasa adalah menahan ego dan menyalurkan hobi belanja mereka menjadi gerakan sedekah yang lebih bermakna.
Dibumbui dengan komedi situasi yang segar, tips merawat kucing bagi Muslim, dan kearifan lokal Kalimantan Selatan yang kental, novel ini mengajak pembaca menelusuri bagaimana sebuah keluarga modern menjaga spiritualitas di tengah gempuran tren digital. Akankah paket terakhir Anindya sampai sebelum takbir berkumandang? Dan mampukah Rayyan menyelesaikan puasa pertamanya tanpa tergoda aroma soto Banjar di siang bolong?
Sebuah kisah tentang cinta, tawa, dan pencarian berkah di bawah langit Banjarmasin.
