Tim Lev menggunakan kekuatan kerja sama mereka untuk mengaktifkan Penaungan Masa Lalu. Mereka memfokuskan semua energi mereka ke dalam artefak itu. Lev, dengan pedangnya, memimpin serangan energi. Andriy, dengan panahnya, memberikan kekuatan yang terfokus. Anatasya, dengan kecepatan, memanipulasi aliran energi. Cindy, dengan perisainya, melindungi mereka dari serangan balik. Vania, dengan strateginya, memastikan bahwa semua berjalan lancar.
Saat energi mereka diserap ke dalam Penaungan Masa Lalu, mereka merasakan kekuatan mereka menghilang. Lev merasakan pedangnya terasa berat. Andriy merasakan busurnya terasa dingin. Anatasya merasakan kecepatannya berkurang. Cindy merasakan perisainya terasa ringan. Vania merasakan data menghilang dari pikirannya.
Akhirnya, dengan pengorbanan terakhir, mereka berhasil. Penaungan Masa Lalu bersinar terang, dan entitas-entitas dari dimensi lain disedot kembali ke dimensi mereka. Pintu portal tertutup, dan kuil itu runtuh. Zaren, yang terbebaskan dari tanggung jawabnya, tersenyum dan menghilang.
Tim Lev, yang kini kembali menjadi manusia biasa, keluar dari reruntuhan. Mereka memandang lanskap Siberia yang luas, yang kini terasa lebih damai. Mereka telah kehilangan kekuatan mereka, tetapi mereka telah menyelamatkan dunia.
"Kita berhasil," kata Lev, pedangnya di tangannya. Pedangnya kini tidak lagi bersinar, tetapi masih menjadi simbol dari petualangan mereka.
"Ya," kata Cindy, perisainya di tangannya. Perisai itu kini hanyalah perisai biasa, tetapi masih menjadi simbol dari perlindungan mereka.
"Kita telah menjadi pahlawan," kata Vania.
Anatasya tersenyum. "Ya. Dan kita telah menemukan hal yang lebih berharga dari kekuatan."
Andriy mengangguk. "Ya. Persahabatan."
Mereka berlima, pahlawan tanpa sihir, kembali ke pondok mereka, tidak lagi sebagai pejuang, tetapi sebagai teman. Petualangan mereka mungkin telah berakhir, tetapi warisan mereka akan terus hidup, menginspirasi tim-tim lain untuk berjuang, bukan untuk kekuatan, tetapi untuk kepercayaan, persahabatan, dan kerja sama.
