Ikuti petualangan inspiratif dan lucu keluarga asal Kalimantan Selatan saat menjalani ibadah puasa, shalat tarawih, dan berburu takjil di Mekah & Madinah. Kisah hangat tentang pendidikan anak, persahabatan, dan keberkahan Ramadhan.
Keluarga PNS yang harmonis di jantung Tabalong. Muhammad Hifni sibuk dengan urusan pemerintahan, sementara Ibu Rina mendidik generasi muda lewat Bahasa Inggris. Namun, bintang utamanya adalah Khalisah Salsabilla (5 tahun). Meski masih kecil, si cantik ini sudah punya hobi serius: jadi pecinta kucing sejati di Tanjung, Murung Pudak.
2. Keluarga drg. Dina Yulianti (Tanjung, Tabalong)
Tetangga sebelah yang punya kebetulan unik! drg. Dina dan suaminya punya anak bernama Naura Salsabilla. Nama belakangnya sama persis dengan anak Pak Hifni, ya? Wah, kalau mereka main bareng, para tetangga di Tabalong pasti sering salah panggil "Salsabilla" nih.
3. Keluarga Lev ℛyley & Anindya Putri (Banjarmasin)
Pindah ke ibu kota provinsi, ada keluarga "Viral" dari Banjarmasin:
Lev ℛyley: Sang IT guy yang sabar menghadapi tumpukan paket kurir.
Anindya Putri: Ibu rumah tangga sekaligus influencer belanja yang aktif di pengajian.
Aisyah Humaira: Mahasiswi PGSD Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang cerdas dan organisatoris.
Maryam Safiya: Si pendiam yang artistik dan jago menemukan harta karun online
Ghina Qalbi: Si bungsu perempuan yang ekspresif dan jago review barang.
Rayyan Zuhayr: Jagoan kecil satu-satunya di keluarga ini yang polos, ceria, dan hanya suka... (sepertinya Rayyan sedang asik main sampai kalimatnya belum selesai!).
Ramadhan di Tanah Haram: Kisah 3 Keluarga Banua Menggapai Lailatul Qadar
Sinopsis
Apa jadinya jika takdir mempertemukan tiga keluarga asal Kalimantan Selatan di titik nol umat Islam?
Muhammad Hifni dan Rina Rufida, pasangan PNS dari Tanjung, Tabalong, tak pernah menyangka bahwa perjalanan Umroh Ramadhan mereka akan penuh kejutan. Putri kecil mereka, Khalisah Salsabilla, yang biasanya sibuk mencari kucing di Murung Pudak, kini harus belajar berpuasa di bawah terik matahari Arab Saudi.
Kejutan dimulai saat mereka bertemu dengan tetangga satu kompleks mereka, drg. Dina Yulianti. Kecanggungan sempat muncul karena putri drg. Dina memiliki nama yang identik: Naura Salsabilla. Nama yang serupa dan asal kota yang sama memicu gosip kecil di antara jamaah lain—apakah ini hanya kebetulan, atau ada rahasia masa lalu yang tersimpan di balik nama tersebut?
Suasana semakin ramai dengan hadirnya keluarga Lev ℛyley dari Banjarmasin. Lev, sang ahli IT yang humoris, harus berjuang menjaga "kewarasan" koper keluarganya karena sang istri, Anindya Putri, adalah influencer belanja yang melihat setiap sudut Mekah sebagai konten potensial. Beruntung, mereka memiliki Aisyah Humaira, mahasiswi PGSD ULM yang cekatan mengatur jadwal ibadah agar tidak bentrok dengan jadwal live shopping ibunya.
Novel ini memotret kehidupan slice of life yang hangat:
Bagaimana Ghina Qalbi yang lincah merekam momen syahdu Tarawih di Masjidil Haram.
Si pendiam Maryam Safiya yang menemukan kedamaian saat melukis siluet Kabah.
Hingga polosnya Rayyan Zuhayr yang belajar bahwa hadiah terbaik dari Mekah bukanlah mainan, melainkan kesabaran saat menunggu azan Maghrib.
Di antara aroma parfum oud dan dinginnya marmer masjid, ketiga keluarga ini belajar bahwa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar, melainkan tentang menyambung silaturahmi yang sempat terputus dan menemukan kembali jati diri di rumah Tuhan.
Target Pembaca: Pecinta literasi Islami, calon jamaah umroh, dan siapa saja yang merindukan suasana hangat kekeluargaan dengan sentuhan komedi khas Banua.
