Pesawat Boeing 777 yang membawa rombongan jamaah dari Kalimantan Selatan itu akhirnya mendarat dengan mulus di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah. Udara panas gurun langsung menyergap saat pintu pesawat dibuka, namun rasa lelah penerbangan belasan jam itu seolah menguap saat kalimat Talbiyah terus dikumandangkan.
Di area klaim bagasi, drama sesungguhnya baru dimulai.
Lev ℛyley berdiri di depan ban berjalan dengan dahi berkerut. Sebagai orang IT yang terbiasa dengan sistem yang efisien, ia merasa "algoritma" bagasi bandara ini sedang mengujinya. Satu per satu koper keluarganya muncul. Koper merah milik Anindya Putri muncul pertama, disusul koper pink, koper motif bunga, hingga koper ke-enam.
"Ma, ini benar-benar koper terakhir kan? Papa merasa seperti sedang memindahkan satu gudang Shopee ke Arab Saudi," keluh Lev sambil menyeka keringat.
Anindya Putri hanya tertawa renyah sambil sibuk mengecek sinyal ponselnya. Ia baru saja mengganti kartu SIM lokal untuk memastikan ribuan pengikutnya di media sosial tidak ketinggalan momen pendaratannya. "Papa tenang saja, itu isinya keperluan ibadah semua. Eh, ada titipan mukena bordir dari teman-teman majelis taklim juga sih sedikit," jawabnya tanpa dosa.
Di sisi lain, Aisyah Humaira tampak sibuk menenangkan adik-adiknya. Sebagai mahasiswi PGSD ULM, insting mendidiknya langsung keluar. Ia mengatur Ghina Qalbi agar tidak terlalu jauh saat mengambil konten video, dan memastikan Maryam Safiya tidak melamun memperhatikan arsitektur bandara yang megah.
"Rayyan, pegang tas ranselnya yang kuat. Di sini orangnya ramai sekali," ujar Aisyah pada si bungsu Rayyan Zuhayr. Rayyan hanya mengangguk patuh, tangannya memeluk buku doa kecil yang covernya sudah mulai agak lusuh karena sering dibaca selama di pesawat.
Tak jauh dari keributan keluarga Lev, Muhammad Hifni tampak sedang membantu istrinya, Rina Rufida, yang sedang kewalahan memegang tangan Khalisah Salsabilla. Khalisah bukannya mencari koper, tapi matanya jelalatan ke kolong-kolong kursi tunggu.
"Bah, mana kucingnya? Katanya di sini banyak kucing gurun yang hebat?" tagih Khalisah.
Hifni tersenyum sabar. "Sabar ya nak, nanti kalau kita sudah sampai di hotel di Madinah, kita cari kucing di dekat Masjid Nabawi. Sekarang kita harus kumpul sama rombongan dulu."
Tiba-tiba, suara tawa anak kecil terdengar. Naura Salsabilla, putri dari drg. Dina Yulianti, berlari kecil menghampiri Khalisah. "Khalisah! Lihat, aku punya bando telinga kucing!" seru Naura sambil memamerkan aksesorisnya.
Dina Yulianti berjalan cepat menyusul putrinya. "Naura, jangan lari-lari, nanti hilang!" Ia mengangguk sopan pada Hifni dan Rina. "Maaf ya, anak ini kalau sudah ketemu temannya langsung lupa daratan."
"Tidak apa-apa Dok, justru bagus ada temannya, jadi Khalisah tidak bosan," balas Rina Rufida dengan senyum ramah.
Saat mereka sedang berkumpul menunggu bus, Lev ℛyley mendekat ke arah Hifni. Rupanya Lev sedang kesulitan menyambungkan koneksi Wi-Fi bandara. "Pak, punten, tahu password Wi-Fi sini tidak? Saya mau update lokasi ke grup travel tapi sinyal saya mendadak E (Edge)," tanya Lev dengan gaya humorisnya yang khas.
Hifni tertawa, "Wah, kalau urusan IT saya menyerah Pak Lev. Saya biasanya terima beres saja dari bagian IT di kantor pemerintahan. Mungkin coba tanya petugas Askar di sana?"
Pertemuan singkat di bandara itu menjadi awal dari persahabatan unik tiga keluarga ini. Ada keluarga PNS yang tertib, keluarga Dokter yang elegan, dan keluarga "Konten" yang selalu heboh. Mereka semua memiliki tujuan yang sama: membersihkan hati di bulan Ramadhan yang tinggal menghitung hari.
Saat bus mulai bergerak meninggalkan Jeddah menuju Madinah, cahaya lampu kota mulai terlihat. Di kursi belakang, Rayyan Zuhayr berbisik pelan, "Ya Allah, terima kasih sudah panggil Rayyan ke sini." Kalimat sederhana itu membuat suasana bus yang tadinya riuh menjadi hening sejenak, membawa haru bagi siapa pun yang mendengarnya.
Actionable Link: Bagi Anda yang ingin merencanakan perjalanan serupa, pastikan mengecek jadwal penerbangan di Garuda Indonesia atau Saudi Arabian Airlines.
Bagaimana kelanjutan drama koper Anindya saat tiba di hotel? Dan mampukah Khalisah menemukan kucing impiannya di pelataran Masjid Nabawi? Lanjutkan ke Bab 3: Pertemuan Tak Terduga di Pelataran Masjid Nabawi!
