Ikuti perjalanan keluarga mereka dalam menyambut kehadiran anak kembar setelah perjalanan umrah. Sebuah kisah slice of life Islami tentang persaudaraan Khalisah dan Naura, hobi memelihara kucing, dan bumbu komedi kehidupan bertetangga.
Daftar Nama Karakter & Jabatan
Muhammad Hifni: PNS Kantor Pemerintahan (Kalem, penyabar, sering jadi sasaran empuk candaan istri).
Rina Rufida: PNS Guru Bahasa Inggris (Cerdas, up-to-date, sedang hamil besar).
Khalisah Salsabilla (6 thn): Pecinta kucing garis keras, sangat protektif pada "adik" berbulunya.
drg. Dina Yulianti: Dokter Gigi (Tetangga sekaligus sahabat Rina, fun fact: mantan Hifni di masa lalu yang kini jadi partner sharing kehamilan).
Naura Salsabilla: Anak drg. Dina (Sahabat Khalisah, sering bingung kenapa nama belakang mereka sama).
Berfokus pada kehangatan keluarga dan kasih sayang terhadap sesama makhluk hidup, berikut adalah sinopsis novel "Kucing, Doa Umrah, dan Dua Malaikat Kecil"
Sinopsis
Perjalanan ibadah Umrah di bulan suci Ramadhan menjadi titik balik kehidupan Muhammad Hifni, seorang PNS tenang yang bekerja di kantor pemerintahan, dan istrinya, Rina Rufida, seorang guru Bahasa Inggris yang enerjik. Tak disangka, doa-doa khusyuk mereka di depan Multazam dijawab Allah dengan hadiah yang berlipat ganda: Rina dinyatakan hamil anak kembar!
Berita ini disambut antusias—namun sedikit repot—oleh putri sulung mereka, Khalisah Salsabilla (6 tahun). Alih-alih hanya fokus pada calon adik bayi, Khalisah justru sibuk memastikan bahwa kucing-kucing kesayangannya di rumah tidak akan merasa cemburu. Bagi Khalisah, mencintai kucing adalah latihan sebelum menjadi kakak hebat.
Kehidupan mereka semakin berwarna dengan kehadiran tetangga sekaligus sahabat dekat, drg. Dina Yulianti. Namun, ada bumbu komedi yang terselip; drg. Dina adalah "masa lalu" Hifni, yang seringkali memicu situasi canggung tapi lucu di antara mereka, terutama saat menyadari anak Dina juga bernama belakang Salsabilla (Naura Salsabilla).
Novel ini mengikuti fase slice of life yang penuh tawa dan haru:
Bagaimana Rina berjuang dengan morning sickness sambil tetap mengajar Grammar.
Momen kelahiran bayi kembar pengantin: Zayan Arshad dan Zayna Humaira.
Kekacauan manis saat Khalisah mencoba mengajari bayi berumur beberapa bulan cara "berkomunikasi" dengan kucing.
Hingga si kembar mencapai usia 3 tahun, di mana rumah mereka menjadi medan tempur antara mainan bayi, buku Bahasa Inggris, dan bulu kucing.
Sebuah kisah tentang bagaimana sebuah doa di tanah suci mekar menjadi kebahagiaan yang riuh di dalam sebuah rumah sederhana, membuktikan bahwa rezeki tidak hanya berupa materi, tapi juga tawa anak-anak dan dengkuran kucing yang menenangkan hati.
