Stok makanan untuk sahur tidak harus tidak sehat! Simak tips memilih lauk pauk awetan yang sehat, rendah pengawet, dan praktis untuk stok selama bulan Ramadhan.
Menyiapkan menu sahur terkadang menjadi tantangan tersendiri, terutama saat kita memiliki waktu terbatas. Memiliki stok lauk pauk awetan bisa menjadi solusi praktis agar tidak perlu memasak dari nol setiap pagi. Namun, kita harus selektif dalam memilih agar tetap sehat selama menjalankan ibadah puasa.
Berikut adalah panduan memilih dan menyiapkan lauk awetan yang aman dan bergizi:
1. Pilih Lauk Kering yang Dimasak Sendiri (Home-made)
Lauk kering seperti Kering Tempe Teri Kacang, Abon Sapi, atau Kentang Mustofa adalah pilihan populer.
Tips Sehat: Jika membeli, pastikan tidak mengandung terlalu banyak MSG atau pengawet buatan. Lebih baik membuat sendiri dengan mengurangi penggunaan gula dan garam berlebih. Simpan dalam wadah kedap udara agar tetap renyah hingga 2-4 minggu.
2. Frozen Food Tanpa Tepung Berlebih
Frozen food seperti nugget atau sosis memang praktis, tapi seringkali tinggi lemak jenuh dan tepung.
Solusi: Pilih produk frozen food yang lebih sehat seperti Bakso Daging Asli, Siomay Ikan, atau Dada Ayam Ungkep yang sudah Anda siapkan sendiri di akhir pekan (food prep). Anda bisa mendapatkan bahan segar untuk dibekukan melalui layanan seperti Sayurbox atau pasar lokal.
3. Ikan dan Daging Kaleng yang Rendah Garam
Ikan sarden atau tuna kaleng adalah sumber protein yang baik.
Cara Memilih: Pilihlah tuna yang direndam dalam air (in water) daripada minyak (in oil). Perhatikan label nutrisi dan pilih yang memiliki kadar natrium (sodium) paling rendah untuk menghindari rasa haus berlebih setelah sahur.
4. Telur Asin sebagai Cadangan Protein
Telur asin memiliki daya simpan yang lama dan kaya akan protein serta mineral.
Catatan: Karena kadar garamnya tinggi, konsumsilah dalam porsi terbatas dan dampingi dengan sayuran yang banyak mengandung air seperti mentimun atau tomat.
5. Sambal Goreng Ati atau Daging yang Dikemas Vakum
Saat ini banyak lauk siap saji yang dikemas secara vakum dan tahan lama tanpa bahan pengawet kimia berkat proses sterilisasi.
Tips: Selalu cek tanggal kedaluwarsa dan pastikan kemasan tidak kembung atau rusak.
Tips Menyimpan Lauk Awetan agar Tetap Berkualitas:
Gunakan Wadah Kedap Udara: Oksigen adalah musuh utama yang membuat makanan cepat basi atau tengik.
Labeling: Beri label tanggal pembuatan pada setiap wadah makanan di dalam freezer.
Porsi Sekali Makan: Simpan lauk dalam wadah kecil untuk porsi sekali makan agar Anda tidak perlu mencairkan dan membekukan kembali sisa makanan (thawing), yang bisa merusak nutrisi.
Kesimpulan: Lauk awetan adalah penyelamat waktu, namun pastikan tetap ada unsur Serat (Sayuran) segar di setiap piring sahur Anda untuk mengimbangi kadar garam dari makanan awetan tersebut.
