Kembali ke Arcanum, Lev, Vania, dan Anatasya diterima sebagai pahlawan, meskipun mereka kelelahan dan terluka. Para siswa bersorak, dan Argus sendiri menyambut mereka dengan senyuman bangga. Namun, perayaan itu harus dikesampingkan. Prioritas utama adalah menyembuhkan Lev, yang telah menggunakan semua energinya untuk menstabilkan gunung.
Lev dibawa ke ruang medis Arcanum, sebuah ruangan yang dipenuhi dengan tanaman-tanaman yang memancarkan cahaya hijau yang menenangkan. Para pewaris elemen penyembuh segera menangani luka-lukanya. Vania dan Anatasya tetap di sisinya, memegang tangannya, memberikan kekuatan.
"Kau akan baik-baik saja," bisik Vania, mencoba menenangkan Lev.
"Kau adalah pahlawan," tambah Anatasya, tersenyum.
Lev tersenyum tipis. "Aku hanya melakukan apa yang harus kulakukan."
Proses penyembuhan Lev memakan waktu beberapa hari. Selama itu, Vania dan Anatasya terus mendampinginya, menceritakan kembali petualangan mereka di Gunung Es Abadi. Mereka juga membaca buku Elara, mencari petunjuk tentang bagaimana cara menggunakan kristal es.
Mereka menemukan bahwa kristal es itu harus disucikan dengan kekuatan elemen, dan kemudian digunakan untuk membebaskan Elara. Namun, prosesnya sangat berbahaya. Jika mereka tidak melakukannya dengan benar, kristal itu bisa meledak, menghancurkan Arcanum.
Lev, yang kini mulai pulih, merasa khawatir. "Kita tidak boleh ceroboh," katanya. "Kita harus melakukan ini dengan benar."
Setelah Lev pulih sepenuhnya, mereka memutuskan untuk bersiap. Mereka mencari tempat yang aman untuk melakukan ritual penyucian. Mereka menemukan sebuah gua tersembunyi di dalam hutan Arcanum, sebuah tempat yang terlindung dari mata Sombra.
Di dalam gua, mereka meletakkan kristal es itu di tengah lingkaran yang terbuat dari batu-batu yang mereka kumpulkan. Mereka kemudian duduk di sekeliling kristal, siap untuk memulai ritual.
"Ingat," kata Lev, "kita harus bersatu. Kita harus percaya satu sama lain."
Vania dan Anatasya mengangguk.
Mereka memulai ritual. Vania menggunakan apinya untuk memanaskan kristal es itu, Anatasya menggunakan airnya untuk mendinginkannya, dan Lev menggunakan elemen buminya untuk menstabilkannya. Proses itu memakan waktu beberapa jam, dan mereka merasakan energi yang kuat mengalir melalui tubuh mereka.
Kristal es itu mulai bersinar terang, dan cahaya biru itu memenuhi gua. Mereka tahu bahwa ritual itu berhasil. Kristal itu kini suci, dan siap untuk digunakan.
Bab ini diakhiri dengan Lev, Vania, dan Anatasya yang berhasil menyucikan kristal es. Mereka tahu bahwa mereka sudah selangkah lebih dekat untuk mengalahkan Sombra. Namun, mereka juga tahu bahwa ini bukanlah akhir. Ini hanyalah awal dari pertempuran yang lebih besar. Mereka harus bersiap, karena Sombra pasti akan kembali. Dan kali ini, mereka harus lebih kuat.
