Dari kehangatan Kota Banjarmasin, kisah keluarga Lev Ryley dan Anindya Putri berlanjut. Tujuh belas tahun berlalu sejak nazar ziarah pertama mereka. Kini, dengan empat anak yang menggemaskan—Aisyah (17), Maryam (11), Ghina (9), dan Rayyan (6)—mereka siap menyambut petualangan baru.
Sebuah keputusan besar diambil untuk merayakan momen spesial: Aisyah diterima di PGSD ULM, ulang tahunnya yang ke-17, dan ulang tahun pernikahan Lev serta Anindya yang juga ke-17. Destinasi? Kembali ke tempat di mana cinta mereka bersemi di udara: Manchester dan keindahan alam Swiss.
Novel 25 bab ini akan membawa pembaca dalam perjalanan penuh tawa, tantangan logistik keluarga besar, keindahan spiritual, dan keajaiban destinasi terkenal di Eropa. Siapkan diri Anda untuk petualangan slice of life yang menghangatkan hati, penuh hikmah Islami, dan bumbu komedi yang tak pernah absen dari keluarga Ryley.
SINOPSIS PANJANG
"Nazar Cinta di Tanah Wali Jilid 2: Petualangan Keluarga Islami Lev Ryley ke Manchester & Swiss"
Kisah keluarga Lev Ryley dan Anindya Putri dari Banjarmasin berlanjut, tujuh belas tahun setelah perjalanan ziarah pertama mereka yang penuh hikmah dan tawa. Kehidupan di rumah kontrakan sederhana di kawasan Sungai Jingah kini semakin ramai dan penuh warna dengan kehadiran empat permata hati mereka: Aisyah Humaira (17), Maryam Safiya (11), Ghina Qalbi (9), dan si bungsu Rayyan Zuhayr (6).
Lev, sang ayah modern yang humoris, masih setia bekerja di bidang IT pemerintahan, meski sering dibuat kewalahan oleh paket belanja online sang istri. Anindya, ibu cerdas yang kini sukses sebagai influencer belanja online lokal sekaligus bendahara pengajian komplek, menjadi pusat energi dan komedi dalam keluarga. Aisyah telah tumbuh menjadi gadis cerdas dan organisatoris ulung yang baru saja diterima di jurusan PGSD ULM, siap menapaki mimpinya.
Dalam sebuah momen perayaan tiga peristiwa penting sekaligus—ulang tahun Aisyah yang ke-17, ulang tahun pernikahan Lev dan Anindya yang juga ke-17, serta diterimanya Aisyah di bangku kuliah—sebuah ide brilian (dari Anindya, tentu saja) tercetus: liburan keluarga besar ke luar negeri. Destinasinya tak lain adalah Manchester, kota di mana Lev dan Anindya pertama kali bertemu di pesawat, dilanjutkan dengan petualangan ke alam Swiss yang menakjubkan.
Dimulailah persiapan yang penuh drama slice of life khas keluarga Ryley. Dari kehebohan Anindya yang memborong koper dan perlengkapan musim dingin melalui belanja online, hingga kepanikan Lev yang mencoba mengatur anggaran dan logistik perjalanan enam orang. Setiap anak memiliki peran dan keunikannya masing-masing; Maryam yang pendiam sibuk dengan sketchbook-nya, Ghina yang lincah sudah browsing spot foto viral, dan Rayyan yang polos tak sabar ingin melihat salju.
Perjalanan jauh dari Banjarmasin menuju Manchester menjadi tantangan tersendiri, namun berhasil dilalui dengan penuh kesabaran dan celetukan lucu. Setibanya di Manchester, keluarga ini bernostalgia di apartemen lama Lev, mengunjungi Stadion Old Trafford yang membuat Lev dan Rayyan histeris, menjelajahi arsitektur megah The John Rylands Library, dan berburu kuliner halal di Curry Mile.
Petualangan berlanjut ke Swiss. Dengan kereta api, mereka melintasi pemandangan alam yang memukau. Interlaken menjadi markas mereka untuk mengeksplorasi Puncak Eropa Jungfraujoch yang berselimut salju abadi, menikmati ketenangan Danau Brienz yang biru toska, dan mengagumi sejarah di Kota Tua Bern. Tentu saja, drama dan tawa tak pernah jauh, mulai dari jaket yang tertinggal hingga kepanikan kecil saat Ghina terpisah di pabrik coklat Lindt Home of Chocolate.
Novel Islami slice of life ini merangkum esensi kehidupan bermasyarakat di Banjarmasin yang Islami, keajaiban spiritual dari destinasi mendunia, dan bumbu komedi yang menghangatkan hati. Melalui lensa keluarga Ryley, pembaca akan dibawa menyelami makna rasa syukur, keikhlasan, dan petualangan yang tak pernah usai. Lebih dari sekadar liburan, ini adalah perjalanan spiritual yang menguatkan ikatan keluarga, membuktikan bahwa kebahagiaan sejati terletak pada hati yang mapan, pernikahan yang harmonis, dan kemampuan untuk menemukan hikmah di setiap episode kehidupan. Nazar pertama telah tuntas, dan kisah keluarga sakinah ini siap menyambut petualangan baru di tikungan jalan kehidupan berikutnya.
