Mencapai level 200 tidak berarti petualangan mereka berakhir. Sebaliknya, itu hanyalah sebuah pintu gerbang menuju tantangan yang lebih besar. Setelah menstabilkan sistem dan mengalahkan Leviathan es, tim Lev menemukan bahwa dunia ini lebih dari sekadar medan pertempuran. Perubahan pada sistem telah memicu kebangkitan artefak-artefak purba, dan membuka portal ke dimensi lain.
Suatu hari, Vania, yang kini menjadi otoritas terkemuka dalam hal 'Sistem', menemukan sebuah anomali. "Ada sesuatu yang terjadi di reruntuhan Siberia," katanya, menunjuk ke sebuah titik di peta kuno. "Energi dari kristal itu memancarkan resonansi yang aneh. Sepertinya memanggil sesuatu."
Tim Lev, yang kini telah menguasai kekuatan kerja sama mereka, berangkat ke reruntuhan. Di sana, mereka menemukan sebuah kuil kuno yang tersembunyi di bawah lapisan es. Di dalam kuil, sebuah artefak kuno, yang disebut "Penaungan Masa Lalu," memancarkan cahaya. Artefak itu tidak hanya memanggil makhluk purba, tetapi juga entitas dari dimensi lain.
"Ini bukan monster biasa," kata Lev, pedangnya di tangan. "Ini adalah entitas yang lebih tua dari sistem itu sendiri."
Mereka harus bertarung melawan makhluk-makhluk yang tidak hanya kuat, tetapi juga memiliki kemampuan yang belum pernah mereka temui. Ada makhluk bayangan yang tidak bisa disentuh oleh pedang, dan makhluk eter yang kebal terhadap panah.
Namun, tim Lev tidak gentar. Mereka telah mengembangkan kekuatan kerja sama mereka. Andriy menciptakan panah energi yang bisa melumpuhkan makhluk eter. Anatasya menggunakan kecepatannya untuk menyerang titik-titik lemah makhluk bayangan. Cindy, dengan perisainya, bisa memantulkan serangan balik. Lev, dengan pedangnya, bisa mengombinasikan kekuatan dari semua anggota tim untuk menciptakan serangan yang sangat kuat.
