Simak kisah inspiratif 5 sahabat perantau di Banjarmasin tahun 2013. Perjuangan kuliah, persahabatan anak kos, hingga kisah cinta Islami
Tahun 2013 menjadi saksi bisu berkumpulnya lima pemuda dari penjuru Kalimantan Selatan di sebuah kos sederhana di Banjarmasin. Ada Muhammad Hifni (Barabai) yang visioner, Irvan Zidni (Amuntai) yang religius, Nazib (Paringin) si ahli IT yang jenaka, Khairi (Kandangan) sang penyabar, dan Amin (Martapura) yang cinta alam.
Kehidupan slice of life mereka penuh warna, mulai dari berburu nasi bungkus murah hingga diskusi berat tentang masa depan bangsa. Puncaknya pada tahun 2015 (Semester 5), Hifni bertemu dengan Rina Rufida, mahasiswi Bahasa Inggris asal Puruk Cahu yang cerdas. Pertemuan ini mengubah pandangan Hifni tentang perjuangan dan cinta yang terjaga dalam syariat.
Sinopsis Novel: Rantau di Kota Seribu Sungai
Judul Utama: Rantau di Kota Seribu Sungai: Jejak Persahabatan dan Cinta di Banjarmasin
Genre: Slice of Life, Religi, Komedi Romantis
Setting: Banjarmasin (2013–2017)
"Satu atap, lima daerah, seribu cerita."
Tahun 2013 menjadi awal langkah besar bagi lima pemuda dari penjuru Hulu Sungai dan Martapura untuk menaklukkan kerasnya bangku kuliah di Kota Banjarmasin. Mereka adalah:
Muhammad Hifni (Barabai): Si visioner dari Ilmu Pemerintahan yang bermimpi membawa perubahan bagi banua.
Irvan Zidni (Amuntai): Mahasiswa PAI yang menjadi "kompas moral" sekaligus muadzin setia di kos-kosan.
Nazib (Paringin): Si jenius komputer yang tingkahnya sering mengundang tawa namun hatinya paling tulus.
Khairi (Kandangan): Calon guru SD yang sabar, meski sering menjadi sasaran kejahilan sahabat-sahabatnya.
Amin (Martapura): Si anak petani yang bertekad menghijaukan lahan gambut dengan ilmu pertaniannya.
Hidup di sebuah kos sempit, mereka berbagi suka duka: dari perjuangan makan mie instan di akhir bulan, motor mogok saat banjir rob, hingga diskusi berat tentang agama dan masa depan di tepi Sungai Martapura. Kisah ini memotret kehidupan mahasiswa perantau yang berjuang menjaga idealisme dan ibadah di tengah godaan gaya hidup kota.
Pertemuan Tak Terduga di Tahun 2015
Alur cerita semakin berwarna saat memasuki semester lima. Muhammad Hifni dipertemukan dengan Rina Rufida, mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris asal Puruk Cahu, Kalimantan Tengah. Pertemuan di perpustakaan kampus yang diawali dari ketidaksengajaan itu menumbuhkan benih rasa yang dijaga dalam koridor syariat.
Bagi Hifni, Rina bukan sekadar dambaan, melainkan penyemangat di tengah badai skripsi. Namun, mampukah Hifni menjaga janji setianya di tengah perbedaan latar belakang dan tantangan jarak setelah kelulusan?
Mengapa Anda Harus Membaca Kisah Ini?
Novel ini mengajak Anda menyusuri perjalanan geografis dan spiritual melintasi Kalimantan Selatan dan Tengah. Penuh dengan komedi segar khas anak kos, romantisme yang santun, serta nilai-nilai persahabatan yang tak lekang oleh waktu. Cocok bagi Anda yang merindukan suasana kampus tahun 2013 dan pecinta kisah perjalanan hidup yang inspiratif.
