Pencarian Lev terhadap informasi tentang Elara tidak membuahkan hasil di perpustakaan utama. Ini semakin meyakinkan dia bahwa ada sesuatu yang disembunyikan. Ia memutuskan untuk kembali ke ruangan tersembunyi tempat ia menemukan gulungan kuno. Kali ini, ia membawa Vania dan Anatasya bersamanya.
"Kenapa kita harus ke sini?" tanya Vania, menatap pintu kecil yang tersembunyi dengan curiga. "Ini terlihat seperti jebakan."
"Aku punya firasat," jawab Lev. "Aku merasa ada sesuatu yang lebih dari yang kita tahu tentang Elara dan kekuatan es."
Dengan bantuan Vania dan Anatasya, mereka berhasil membuka pintu itu. Di dalamnya, mereka menemukan altar batu dan gulungan kuno yang memancarkan cahaya biru. Kali ini, mereka tidak menyentuh gulungan itu, tetapi mencari di sekeliling ruangan.
Anatasya, dengan kecerdasannya, menemukan sebuah buku kecil yang tersembunyi di balik sebuah celah di dinding. Buku itu terbuat dari bahan yang tidak biasa, dan sampulnya bertuliskan nama Elara.
"Ini dia," bisik Anatasya, membuka buku itu.
Buku itu berisi catatan pribadi Elara, tentang perjalanannya sebagai pewaris elemen es. Ia menulis tentang ketidakpuasannya dengan kekuatannya, pertemuannya dengan Sombra, dan bagaimana ia dikhianati. Ia juga menulis tentang penyesalannya, dan bagaimana ia mencoba untuk memperbaiki kesalahannya.
"Elara tidak jahat," kata Lev, suaranya dipenuhi pengertian. "Dia hanya dimanipulasi."
"Tapi dia tetap bekerja sama dengan Sombra," kata Vania, masih ragu-ragu.
"Dia dipaksa," kata Anatasya. "Dia tidak punya pilihan."
Di dalam buku itu, Elara juga menulis tentang sebuah kekuatan tersembunyi, sebuah artefak yang bisa membebaskannya dari pengaruh Sombra. Artefak itu adalah sebuah kristal es yang memiliki kekuatan untuk membekukan kegelapan.
"Kita harus menemukan kristal itu," kata Lev. "Jika kita bisa membebaskan Elara, mungkin dia bisa membantu kita mengalahkan Sombra."
Mereka kembali ke asrama mereka, membawa buku itu. Mereka memutuskan untuk mencari kristal itu. Mereka tahu bahwa ini adalah misi yang berbahaya, tetapi mereka juga tahu bahwa ini adalah satu-satunya cara untuk mengalahkan Sombra.
Keesokan harinya, mereka memberi tahu Argus tentang penemuan mereka. Argus mendengarkan dengan seksama, dan ia merasa terkejut.
"Kristal itu... itu adalah legenda," kata Argus. "Tidak ada yang tahu di mana ia berada."
"Elara menulis tentangnya," kata Lev. "Dia memberikan petunjuk."
Argus mengizinkan mereka untuk mencari kristal itu, tetapi ia memperingatkan mereka untuk berhati-hati. Sombra, kata Argus, pasti sudah mengetahui rencana mereka, dan ia akan mencoba untuk menghentikan mereka.
Bab ini diakhiri dengan Lev, Vania, dan Anatasya yang memulai perjalanan baru. Mereka harus mencari kristal es, membebaskan Elara, dan mengalahkan Sombra. Mereka tahu bahwa ini adalah misi yang sangat sulit, tetapi mereka juga tahu bahwa mereka harus melakukannya. Mereka adalah satu-satunya harapan untuk Arcanum dan dunia manusia.
Ikuti saluran The World Behind the Veil: The Tale of the Three Elemen di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbAwxYhKWEKtzGEwQd1R
