Setelah Malakor melarikan diri, keheningan menyelimuti ruangan suci itu. Heart of the Sanctuary kembali ke tempatnya di atas altar, bersinar dengan cahaya lembut dan murni, bebas dari pengaruh sihir kegelapan. Elara terbaring tak sadarkan diri di pangkuan Kael, napasnya perlahan kembali normal.
"Kita berhasil," bisik Kael, mencium kening adiknya. Rasa lega yang luar biasa membanjiri hatinya.
"Kita berhasil," ulang Lyra, suaranya dipenuhi kelelahan. "Tapi ini belum berakhir. Malakor masih ada di luar sana, dan dia masih bisa menjadi ancaman."
Brokk mengangguk, kapaknya masih di tangan. "Kita harus mengejarnya. Kita harus mengakhirinya."
"Tidak," kata Kael. "Tidak sekarang. Kita harus memastikan Elara baik-baik saja."
Kael melihat ke arah Heart of the Sanctuary. Ia bisa merasakan gema yang sangat kuat darinya, gema yang terasa seperti detak jantung Terravia itu sendiri. Ia menyentuhnya, dan sebuah gambaran muncul di benaknya. Ia melihat sebuah sejarah panjang, sejarah perang dan kebencian antar fraksi. Tapi, ia juga melihat sesuatu yang lain. Ia melihat sebuah kekuatan gelap, sebuah entitas yang sangat kuno, yang telah memanipulasi semua fraksi selama berabad-abad. Kekuatan itu adalah alasan di balik semua perang, alasan di balik semua kebencian.
"Malakor benar," bisik Kael. "Ada kekuatan yang lebih besar yang memanipulasi kita. Bukan hanya dia yang harus disalahkan."
Lyra dan Brokk melihat ke arah Kael, merasa bingung. "Apa yang kau bicarakan?" tanya Lyra.
"Aku bisa melihatnya," kata Kael. "Aku bisa melihat kebenaran di balik kebohongan. Heart of the Sanctuary ini adalah kunci untuk semuanya. Ini adalah mata dari Terravia. Dan ia telah menyaksikan semuanya."
"Apa yang kau lihat?" tanya Brokk.
"Aku melihat kekuatan yang jauh lebih tua dari kita semua," jawab Kael. "Kekuatan yang telah menyebarkan kebencian di antara kita, kekuatan yang telah mendorong kita untuk saling berperang."
"Siapa itu?" tanya Lyra.
"Aku tidak tahu," jawab Kael. "Tapi aku tahu kita harus menghentikannya. Kita harus bersatu, semua fraksi. Kita harus mengakhiri perang ini untuk selamanya."
Lyra dan Brokk saling pandang. Gagasan untuk menyatukan semua fraksi adalah gagasan yang gila. Neander tidak pernah memercayai Fae atau Human, dan Fae tidak pernah memercayai Neander atau Human. Begitu juga sebaliknya.
"Ini tidak akan mudah," kata Lyra.
"Aku tahu," kata Kael. "Tapi kita harus melakukannya. Kita harus menemukan bijak misterius itu. Hanya dia yang bisa membantu kita."
Mereka tahu bahwa perjalanan mereka belum selesai. Mereka telah berhasil membebaskan Elara, tetapi mereka sekarang harus menghadapi ancaman yang jauh lebih besar. Mereka harus menyatukan semua fraksi Terravia, dan mengakhiri perang yang sudah berlangsung terlalu lama. Mereka berjanji untuk bergerak maju, bersama, untuk sebuah tujuan yang lebih besar dari diri mereka sendiri.
Dapatkan novel fantasi Deck Heroes Legacy dan ikuti petualangan epik Kael dan kawan-kawan setiap minggunya! Jangan lewatkan kisah seru, konflik mendalam, dan intrik antar fraksi yang akan membawa Anda ke dunia yang penuh sihir dan bahaya. [Link Pre-Order / Baca Sekarang].
