The Azure Vagabond kini membelah air biru kehijauan menuju Laut Adriatik. Di atas dek, suasana mulai berubah. Arthur Thorne sibuk mengasah pedangnya dengan tenang, sementara Clara Lefebvre mulai memetakan rute berdasarkan teks-teks kuno yang ia miliki. Bastian Vogel, sang navigator, masih terus bergumam tentang "kerugian asuransi" dan "daftar buronan Interpol" yang semakin panjang.
"Lev! Jika kita masuk ke Venesia dengan kapal curian yang penuh lubang peluru ini, kita akan langsung dijebloskan ke penjara bawah tanah!" protes Bastian.
"Tenanglah, Bastian! Venesia itu kota air. Kita hanya perlu berbaur dengan gondola-gondola itu," jawab Lev Ryley sambil mencoba berdiri seimbang di atas tiang layar. "Lagipula, perutku sudah berteriak minta makanan asli, bukan biskuit keras yang kau simpan di gudang itu."
Venesia menyambut mereka dengan aroma kanal yang khas dan musik akordeon yang melayang di udara. Lev memutuskan untuk menepi di dekat sebuah restoran mewah yang terapung, Ristorante del Mare.
Di dapur restoran itu, suasana sedang memanas. Seorang pria tampan dengan rambut hitam bergelombang dan apron yang bersih sedang berteriak pada asistennya. Dialah Matteo Rossi, koki paling jenius sekaligus paling arogan di seluruh Italia.
"Ini bukan pasta! Ini sampah! Kau memasak pasta seolah kau sedang merebus tali sepatu!" teriak Matteo sambil melempar sepiring Carbonara ke tempat sampah. "Seni membutuhkan gairah, Amore!"
Di saat yang sama, di meja depan restoran, seorang wanita dengan rambut merah menyala sedang menangani seorang pelanggan yang tersedak tulang ikan. Dengan gerakan yang sangat tenang namun cepat, ia menusukkan sebuah alat kecil ke titik saraf tertentu di leher pria itu. Tulang ikan itu terlontar keluar seketika.
Wanita itu adalah Sienna Moretti, seorang dokter brilian yang bosan dengan kehidupan rumah sakit yang kaku dan lebih memilih berkeliling pelabuhan untuk mengobati pelaut secara gratis.
"Lain kali, kunyah makananmu, Tuan. Atau aku akan menjahit mulutmu agar kau hanya bisa minum jus lewat sedotan," ucap Sienna dengan senyum manis yang sangat mengintimidasi.
Lev masuk ke restoran itu dengan langkah kaki yang berat, diikuti oleh Arthur yang waspada. "Siapa di sini yang bisa membuatkan aku makanan paling enak di dunia? Aku punya koin emas dan perut yang kosong!" teriak Lev.
Matteo keluar dari dapur, memegang pisau dapur yang berkilau. "Aku koki terbaik di sini, tapi aku tidak memasak untuk anak kecil bertopi aneh."
"Oh ya?" Lev mengambil sepotong roti dari meja sebelah dan melemparnya ke arah Matteo. "Koki terbaik harusnya bisa menangkap rasa lapar seseorang hanya dari tatapannya."
Pertengkaran mulut terjadi, namun tiba-tiba, sekelompok mafia lokal yang merasa terganggu oleh keributan Lev berdiri. Mereka adalah penagih perlindungan yang sudah lama mengincar Matteo dan Sienna.
"Cukup drama ini! Matteo, bayar utang perlindunganmu atau restoran ini tenggelam!" gertak pemimpin mafia itu sambil mengeluarkan pistol.
Suasana menjadi hening. Arthur sudah memegang gagang pedangnya, namun sebelum ia bergerak, Sienna Moretti maju lebih dulu. "Tuan-tuan, tekanan darah kalian sangat tinggi. Jika kalian menarik pelatuk itu, aku jamin jantung kalian akan berhenti sebelum peluru itu keluar."
Lev tertawa keras. "Luar biasa! Seorang koki yang galak dan dokter yang menyeramkan! Kalian berdua adalah potongan teka-teki yang aku cari!"
Pertarungan pecah. Matteo menggunakan penggorengan berat sebagai senjata, memukul jatuh dua mafia dengan gerakan artistik seolah sedang berdansa. Sienna menggunakan pengetahuan anatominya untuk melumpuhkan saraf lawan hanya dengan sentuhan jari. Lev? Ia hanya berlari kesana-kemari sambil memakan sisa makanan di meja, sesekali menjatuhkan lawan dengan tendangan konyolnya.
Setelah kekacauan berakhir, polisi Venesia mulai terdengar mendekat.
"Matteo, Sienna! Kapalku ada di luar. Aku butuh seseorang yang bisa memberi makan kruku dan seseorang yang bisa menyambung nyawa kami," ajak Lev sambil mengulurkan tangan.
Matteo menatap restorannya yang hancur, lalu menatap Sienna. "Kurasa memasak di atas kapal yang bergerak akan menjadi tantangan baru untuk gairahku."
Sienna menghela napas, membersihkan noda darah di gaunnya. "Lagipula, anak ini (Lev) sepertinya akan sering terluka. Dia butuh pengawasan medis profesional agar tidak mati konyol."
Dengan masuknya Matteo dan Sienna, The Azure Vagabond kini memiliki koki flamboyan yang selalu bertengkar dengan siapa saja tentang rasa makanan, dan dokter yang menjadi satu-satunya orang yang ditakuti oleh Lev.
Kapal pun berlayar meninggalkan Venesia, menuju Spanyol untuk mencari sang penemu dan musisi yang akan melengkapi simfoni perjalanan mereka.
Sorotan Bab Ini:
Karakter Baru: Matteo Rossi (Koki) dan Sienna Moretti (Dokter).
Romansa Tipis: Matteo mulai mencoba merayu Sienna, namun selalu berakhir dengan ancaman jarum suntik raksasa.
Komedi: Interaksi antara Lev yang rakus dan Matteo yang perfeksionis soal makanan.
Akan seru jika kita lanjut ke Spanyol! Ingin melihat bagaimana Lukas si penemu gila meledakkan sesuatu di Madrid?
