Lima belas tahun berlalu. Lily, putri Cindy dan Harry, kini adalah seorang remaja dengan semangat yang sama-sama berapi-api. Ia memiliki bakat akting yang tak terbantahkan, tetapi juga memiliki kepekaan dramatis yang diwarisi dari ibunya, sering kali menggunakannya untuk hal-hal sepele, seperti merajuk saat tidak diizinkan makan kue Andriy yang gosong.
Suatu hari, Lily mengumumkan rencananya kepada keluarga dan teman-teman mereka yang kini menetap di sekitar area Northern Quarter. "Aku akan membuat webseries sendiri!" serunya di ruang keluarga, dengan kamera video usang yang dipegang Lev bertahun-tahun lalu.
Cindy tersenyum bangga. "Hebat, Sayang! Apa judulnya?"
Lily, dengan wajah serius, menjawab, "Kekacauan di Piccadilly: Generasi Baru."
Harry, yang kini menjadi produser film sukses, merasa nostalgia. "Ide yang bagus. Tapi pastikan kali ini tidak ada kebakaran."
"Tidak ada janji," kata Lily sambil mengangkat bahu. "Seorang seniman tidak bisa mengendalikan inspirasinya."
Andriy, yang kini memiliki restoran kecil yang ramai, menawarkan diri untuk menjadi koki webseries. "Aku akan membuat kue-kue yang lebih baik kali ini," katanya dengan keyakinan, meskipun beberapa orang masih memandangnya dengan skeptis.
Bella, yang kini menjadi penulis lagu terkenal, menawarkan diri untuk membuat musik untuk webseries Lily. "Aku akan membuat lagu-lagu tentang cinta remaja, dengan sedikit sentuhan kekonyolan," katanya.
Hermione, yang masih menjadi jurnalis investigasi, menawarkan diri untuk meliput webseries Lily dalam podcast-nya. "Ini adalah kisah yang berulang, tetapi dengan sentuhan modern," katanya dengan antusias.
Lev, yang kini menjadi sutradara film indie terkenal, menawarkan diri untuk menjadi mentor Lily. "Aku akan mengajarimu semua yang aku tahu tentang jiggle kamera," katanya sambil tersenyum.
Maka dimulailah Kekacauan di Piccadilly: Generasi Baru. Kali ini, kekacauan mereka jauh lebih teratur. Tidak ada lagi ancaman penggusuran, tidak ada lagi kekacauan yang ekstrem. Namun, kekonyolan mereka tetap sama.
Lily, seperti ibunya, memiliki adegan kencan pura-pura yang berakhir kacau. Andriy, seperti biasanya, menyebabkan sebuah bencana di dapur yang menciptakan lagu baru untuk Bella. Hermione, seperti biasanya, melaporkan kekonyolan mereka dalam podcast-nya, dan Lev, seperti biasanya, merekam semua kejadian itu dengan gaya khasnya.
Suatu hari, setelah syuting adegan kencan pura-pura yang berakhir dengan kue Andriy yang gosong di wajah seorang teman Lily, Harry dan Cindy memandang putri mereka.
"Kau tahu," kata Harry, "kekacauanmu mengingatkanku pada kita dulu."
"Aku tahu," jawab Cindy. "Tapi kekacauan ini lebih baik. Kekacauan ini... punya cinta."
Lily, yang mendengar percakapan orang tuanya, tersenyum. Dia menyadari bahwa dia bukan hanya mewarisi bakat akting dan kepekaan dramatis dari orang tuanya, tetapi juga mewarisi cinta mereka pada kekonyolan.
Novel ini adalah bukti bahwa di tengah-tengah semua kekonyolan, cinta sejati bisa ditemukan. Dan kisah mereka, Kekacauan di Piccadilly, akan selalu menjadi kisah tentang bagaimana sekelompok orang aneh, yang saling mencintai, menemukan jalan pulang.
Akhir yang bahagia.
