Musim panas di Manchester yang biasanya dingin dan basah, kali ini terasa terik. Lily, yang kini berusia 16 tahun, sedang mengerjakan webseries-nya, Kekacauan di Piccadilly: Generasi Baru. Dengan bantuan dari para veteran kekacauan—orang tuanya dan teman-teman mereka—proyek ini menjadi lebih dari sekadar film, melainkan sebuah pertemuan keluarga yang berulang.
Lily mengarahkan adegan kencan pura-pura di sebuah kedai kopi di Northern Quarter. Pasangan utama dalam webseries-nya, yang diperankan oleh dirinya sendiri dan seorang anak laki-laki pendiam bernama Leo, harus melakukan adegan romantis. Namun, adegan itu diganggu oleh kekonyolan yang familier.
Andriy, yang sedang mengantar kue buatannya, tidak sengaja menjatuhkan baki berisi kue tepat di depan Leo. Kue-kue itu berhamburan di lantai, dan Leo, yang terkejut, terjatuh di atasnya. Lily, yang awalnya marah, tidak bisa menahan tawa. Kekacauan itu, entah bagaimana, terasa benar.
Di tengah kekacauan itu, Lev, yang membantu Lily sebagai mentor, merekam semua kejadian itu dengan gaya khasnya. Harry dan Cindy, yang sedang mengawasi dari sudut kafe, tersenyum bangga. Mereka melihat diri mereka sendiri di masa lalu, di mana kekacauan adalah bagian dari cerita mereka.
Setelah syuting selesai, Lily dan Leo berjalan berdua di jalanan Manchester. Mereka berbicara tentang adegan yang gagal, tentang kekonyolan yang terjadi, dan tentang bagaimana mereka merasa nyaman satu sama lain, meskipun mereka baru bertemu.
"Kau tahu," kata Lily, "kau adalah satu-satunya orang yang tidak marah saat kue Andriy jatuh di atasmu."
"Aku tidak bisa marah," jawab Leo. "Melihat kekacauan itu... membuatku merasa nyaman. Itu membuatku merasa seperti... bagian dari keluarga."
Lily tersenyum. "Mungkin... kita harus mencoba kencan yang sebenarnya," katanya, suaranya sedikit bergetar.
Leo menatapnya, matanya berbinar. "Aku akan sangat senang," jawabnya.
Mereka berdua berjalan bergandengan tangan, seperti yang dilakukan Harry dan Cindy bertahun-tahun yang lalu. Mereka menyadari bahwa kekacauan bukanlah masalah, tetapi kenangan yang berharga.
Malam itu, setelah kencan pertama yang canggung namun manis, Lily dan Leo kembali ke apartemen. Mereka melihat Cindy dan Harry, yang sedang tertawa bersama. Mereka melihat Andriy dan Bella, yang sedang beradu argumen tentang kompor. Mereka melihat Hermione, yang sedang merekam podcast-nya, dan Lev, yang sedang mengedit rekaman video.
Mereka menyadari bahwa kekacauan adalah bagian dari hidup mereka. Kekacauan yang membuat mereka menjadi diri mereka sendiri. Kekacauan yang membuat mereka menemukan cinta.
Novel ini adalah bukti bahwa di tengah-tengah semua kekonyolan, cinta sejati bisa ditemukan. Dan kisah mereka, Kekacauan di Piccadilly, akan selalu menjadi kisah tentang bagaimana sekelompok orang aneh, yang saling mencintai, menemukan jalan pulang.
