Hari Raya Idul Fitri identik dengan kemenangan dan perayaan lewat hidangan lezat seperti opor ayam, rendang, hingga kue kering yang menggoda. Namun, tanpa kendali, "pesta makan" ini sering kali berujung pada kenaikan berat badan yang drastis dan masalah kesehatan seperti kolesterol tinggi.
Agar silaturahmi tetap nikmat tanpa harus mengorbankan kesehatan, simak strategi makan sehat saat Lebaran menurut para ahli gizi dari Kementerian Kesehatan RI:
1. Terapkan Prinsip "Piring Model T"
Saat mengambil hidangan prasmanan atau di meja makan keluarga, bayangkan piring Anda terbagi menjadi huruf T.
Setengah piring: Isi dengan sayuran (seperti capcay atau sayur lodeh yang kuahnya tidak terlalu banyak).
Seperempat piring: Karbohidrat (ketupat atau nasi).
Seperempat piring: Protein (ayam opor atau rendang).
Dengan porsi ini, serat akan membantu Anda merasa kenyang lebih lama.
2. Minum Air Putih Sebelum Makan
Minumlah satu gelas air putih 15 menit sebelum menyantap hidangan utama. Air putih membantu meredam rasa lapar yang berlebihan sehingga Anda tidak akan "lapar mata" saat mengambil lauk pauk. Hindari terlalu banyak minum sirup atau soda yang kaya gula tambahan.
3. Strategi "Satu Kue Satu Rumah"
Kue kering seperti nastar dan kastengel memiliki kalori yang sangat padat. Satu butir nastar bisa mengandung 50-75 kalori. Jika Anda mengunjungi banyak rumah, terapkan aturan satu kue per rumah agar total kalori yang masuk tidak meledak di akhir hari.
4. Pilih Daging Tanpa Lemak dan Batasi Kuah
Saat mengambil opor atau rendang, pilihlah potongan daging yang tidak memiliki banyak lemak atau kulit. Selain itu, kuah santan adalah sumber lemak jenuh utama. Ambil secukupnya saja untuk rasa, jangan sampai ketupat Anda terendam penuh di dalamnya.
5. Tetap Aktif Bergerak (NEAT)
Gunakan momen silaturahmi untuk tetap aktif. Alih-alih duduk terus, tawarkan diri untuk membantu tuan rumah menyiapkan piring atau berjalan kaki jika jarak rumah kerabat cukup dekat. Aktivitas fisik ringan ini membantu pembakaran kalori secara instan.
