Sejak piknik di rumah kaca yang hangat, hubungan Anatasya dan Lev semakin intens. Mereka tidak lagi hanya bertemu di perpustakaan. Mereka sering pergi ke kafe, berjalan-jalan di sepanjang kanal, dan bahkan menghabiskan malam di museum. Anatasya merasa hidupnya telah berubah. Ia merasa ia telah menemukan kebahagiaan yang tidak ia sangka akan ia temukan di tengah tumpukan buku.
Suatu hari, setelah perpustakaan tutup, Anatasya sedang menyusun buku-buku di rak. Ia merasa lelah, tetapi juga merasa bahagia. Ia melihat Lev Ryley mendekatinya, dengan ekspresi yang serius.
"Anatasya," kata Lev, suaranya tenang.
"Ya, Lev?" tanya Anatasya.
"Aku... aku ingin bertanya sesuatu," kata Lev.
Anatasya merasa hatinya berdebar. Ia merasa Lev akan mengatakan sesuatu yang penting.
"Aku... aku tidak tahu bagaimana cara mengatakannya," kata Lev, dengan nada yang sedikit gugup. "Tapi... aku ingin tahu... apakah kau... juga merasakan hal yang sama?"
"Hal yang sama?" tanya Anatasya.
"Ya," kata Lev. "Aku merasa... aku jatuh cinta padamu, Anatasya."
Anatasya merasa terkejut. Ia tidak menyangka Lev akan mengatakan itu.
"Aku... aku juga jatuh cinta padamu, Lev," kata Anatasya, dengan nada yang malu-malu.
Lev Ryley tersenyum. "Aku senang mendengarnya."
Mereka berdua saling menatap, mata mereka dipenuhi dengan kehangatan dan cinta. Anatasya merasa ini adalah momen yang paling romantis dalam hidupnya.
Tiba-tiba, tumpukan buku di samping mereka jatuh. Mereka berdua terkejut, dan mereka saling menatap, lalu tertawa.
"Kau benar-benar tidak bisa jauh dari kekacauan, Anatasya Karlsson," kata Lev, dengan nada yang geli.
"Mungkin kita memang ditakdirkan untuk kekacauan," kata Anatasya, tersenyum.
Mereka berdua berjongkok, mencoba memunguti buku-buku yang berserakan. Lev Ryley membantu Anatasya, dan mereka saling bertatapan, dengan senyum di wajah mereka.
"Aku... aku tidak tahu bagaimana harus mengatakan ini," kata Lev, dengan nada yang serius. "Tapi... aku ingin kau tahu... bahwa kau... adalah buku terbaik yang pernah aku baca."
Anatasya merasa air matanya akan jatuh. Ia merasa Lev telah melihat sisi lain dari dirinya, sisi yang tidak hanya ceroboh dan konyol, tetapi juga jujur dan tulus.
"Dan kau... adalah penulis terbaik yang pernah aku temui," kata Anatasya. "Karena kau... membuatku merasa hidup."
Mereka berdua saling berpegangan tangan, dan mereka tahu, ini adalah awal dari kekacauan yang lebih besar. Dan kali ini, mereka berdua siap.
